Cara Menanam Kacang Tanah Agar Panen Melimpah

Posted on

Arachis Hypogaea adalah nama ilmiah kacang tanah. Tanaman ini adalah salah satu tanaman dari suku kacang-kacangan (Leguminoceae) yang sangat terkenal, terutama di kalangan masyarakat Indonesia. Ada banyak manfaat yang bisa diambil dari kacang tanah.

Tidak sedikit makanan yang diolah dari bahan dasar kacang tanah dengan kualitas yang tinggi. Kacang tanah seringkali dijadikan tambahan untuk pembuatan roti, selai kacang, kredok dan pecel, serta lainnya.

Cara Menanam Kacang Tanah Agar Panen Melimpah
Cara Menanam Kacang Tanah Agar Panen Melimpah

Cara menanam kacang tanah bisa anda pelajari jika ini adalah kali pertama bagi anda untuk mencoba menanamnya. Menanam Kacang tanah berbeda cara dengan menanam kacang hijau.

Tentang Tanaman Kacang Tanah

Sebelum memulai menanam kacang tanah, anda perlu mengetahui beberapa hal tentang kacang tanah terlebih dahulu. Kacang tanah adalah tumbuhan dikotil/ berkeping dengan jenis akar tunggang. Tanaman ini juga bisa tumbuh dengan baik di berbagai jenis lahan termasuk kebun, sawah, rawa-rawa yang sudah direklamasi dan lainnya. Tanaman kacang yang tumbuh sedang bisa mencapai hingga 30 cm atau lebih tinggi.

Untuk daunnya, tanaman ini berdaun berkelompok, dengan warna hijau dan berbentuk bulat telur. Bunganya bunga majemuk dengan warna kuning cerah. Sedangkan bijinya tertutup oleh kulit yang keras dan buahnya selalu bergerombol di bawah tanah seperti singkong.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Menanam Kacang Tanah

Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika anda ingin mencoba menanam kacang tanah baik dalam skala kecil atau skala besar. Berikut ulasannya.

  1. Ketinggian Lahan

Tanaman kacang tanah bisa tumbuh dengan optimal di daerah dataran tinggi atau dataran rendah, dari mulai ketinggian 200 sampai 800 meter di bawah permukaan laut. Itulah mengapa cara menanam kacang tanah sangat mudah sehingga para petani bisa membudidayakannya di ketinggian lahan manapun, bahkan di lingkungan mereka tinggal.

Untuk jenis lahan liat berpasir atau berlempung, kacang tanah bisa tumbuh dengan optimal. Lahan lainnya yang sangat bagus adalah tanah liat berhumus, tanah jenis alluvial, tanah merah, dan tanah andosol.

  1. Cuaca Dan Iklim

Tanaman ini akan sangat bisa tumbuh subur jika lokasi lahan yang ditanami memiliki cuaca dan iklim yang cukup sejuk. Meskipun demikian, tanaman ini memiliki adaptasi yang sangat bagus walaupun didalam kondisi cuaca yang ekstrem. Akan tetapi, anda harus memastikan bahwa lahan untuk budidaya kacang tanah dilengkapi dengan sinar matahari ini juga di butuhan untuk budidaya kacang hijau. Tanaman kacang tanah sangat membutukhan sinar matahari. Sehingga, anda dianjurkan untuk menanam kacang tanah di lokasi lahan yang terbuka seperti di area kebun, ladang, sawah, dan daerah lainnya.

  1. Curah Hujan

Tanaman kacang tanah membutuhkan curah hujan mulai dari 700 sampai 1.200 mm per tahunnya. Sedangkan untuk temperatur, tanaman kacang tanah membutuhkan 87% dengan suhu optimum lingkungan mulai dari 20 sampai 32 derajat celcius. Walaupun jika di lingkungan anda, kondisi tersebut masih kurang atau tidak menguntungkan, kacang tanah masih bisa tumbuh dengan baik. Hal ini dikarenakan kacang tanah bisa beradaptasi dengan baik.

Menanam Kacang Tanah Agar Panen Melimpah

Menanam kacan tanah butuh ketekunan, keseriusan, dan komitmen untuk mengkontrol tanaman secara tepat untuk memperoleh hasil panen yang melimpah. Proses penanaman serta perawatan harus benar-benar terarah. Ada beberapa tahapan yang harus anda tempuh ketika memulai budidaya tanaman kacang tanah.

  1. Memilih Bibit

Anda bisa memilih bibit dengan cara membeli langsung di toko atau di kebun kacang sendiri. Jika mengambil langsung dari kebun, pastikan bibit yang diambil adalah yang sudah tua, yang berumur dan tidak ada cacat. Jika bibit beli dari toko, anda harus memeriksa kemasan untuk memastikan bahwa bibit tersebut tahan akan penyakit. Bibit yang berkualitas adalah bibit yang tahan berbagai penyakit patogen seperti bakteri, jamur dan cendawan berbahaya.

Mengambil bibit dari kebun sendiri harus melewati beberapa proses. Pertama, pastikan bibit diambil dari tanaman yang berkualitas. Kedua, jemur terlebih dahulu dan ambil bijinya. Ketiga, simpan biji yang sudah diambil pada botol kaca sebelum melalui proses penanaman.

Sebelum memulai, siapkan air hangat untuk merendam bibit kacang mulai dari 3 sampai 6 jam. Cara ini sangat efektif untuk mempercepat proses perkecambahan. Jika anda sudah melakukan proses perendaman, anda bisa menanamnya di lahan terbuka. Perlu anda ketahui bahwa bibit untuk satu hektar lahan bisa mencapai 2 sampai 3 kg.

  1. Kelola Lahan Tanam Dengan Benar

Anda bisa mencangkul atau membajak lahan guna membantu tanah menjadi gembur. Kemudian, buat bedengan-bedengan dengan membuat beberapa lajur sesuai kebutuhan. Setiap bedengan memiliki ketinggian mulai dari 25 sampai 30 cm, sedangkan lebar mulai 60 sampai 80 cm sesuai kebutuhan. Untuk panjang bedengan bisa menyesuaikan luas lahannya.

Jika bedengan sudah siap, anda tinggal taburkan pupuk kandang secara rata di atas bedengan dan biarkan selama tiga sampai lima hari sebelum mulai menanam.  Di hari ke-6, buat lubang tanam khusus dan letakkan bibit dengan tinggi lubang tanam hingga 1.5 cm. Di hari ke-7, anda siap menanam bibit di bedengan.

  1. Menanam Bibit Kacang Tanah

Bibit yang sudah siap akan ditanam di luban tanam yang sudah ada pada bedengan. Satu biji atau benih bibit tanam bisa diletakkan di satu lubang tanam. Posisi biji juga harus pada posisi yang tepat, yaitu di dasar lubang tanam. Kemudian, tutup benih yang sudah ada di lubang tersebut dengan tanah di sekitar.

Umumnya, bibit akan tumbuh di atas tanah jika sudah di atas 7 hari dari waktu penanaman awal. Ketika bibit sudah tumbu, kontrol tanaman sampai tanaman dewasa. Kunci terpenting agar panen kacang tanah bisa melimpah adalah memperhatikan proses perawatan tanaman.

  1. Merawat Dan Mengendalikan Tanaman Dari Penyakit Dan Hama

Ada beberapa tahap perawatan tanaman ketika menanam kacang tanah. Pertama, lakukan penyulaman. Penyulaman adalah mengganti benih yang ditanam dengan yang baru jika tanaman tersebut mati, cacat, layu atau terkena penyakit. Penyulaman dilakukan paling lambat 20 hari sejak penanaman awal.

Kedua, lakukan pendangiran dan penyiangan dengan menyingkirkan rumput-rumput liar disekitar kacang tanah, kemudian membuat tanah di sekitar tanaman kembali gembur dengan menggunakand alat pendangiran.

Ketiga, lakukan pemupukan 1 kali saat tanaman sudah berusia 2 bulan. Dibulan kedua, anda bisa menggunakan pupuk kandang organik, yaitu berasal dari sisa kotoran hewan unggas yang sudah melalui proses fermentasi. Sebarkan pupuk sebanyak 2 genggam tangan orang dewasa di sekitar tanaman.

Agar tanaman kacang tanah anda bisa berbuah banyak, sebaiknya gunakan pupuk kandang ayam yang mengandung banyak nitrogen (N) dan Fosfor (P).

Perhatikan pula pengairan dan penyiraman. Pengairan berfungsi untuk tetap menjag kelembaban tanah supaya dalam level normal. Terakhir, adalah masalah pengendalian hama dan penyakit. Memang, tanaman kacang tanah masih kebal terhadap berbagai jenis hama dan penyakit. Tetapi, ada beberapa jenis hama yang sering menyerang seperti ulat hijau atau ulat bulu. Keduanya akan menyerang organ daun sehingga tanaman kacang tanah bisa berdaun bopeng. Selain itu, masalah lainnya adalah penyakit layu fusarium serta jamur parasit. Untuk itu, anda harus meningkatkan penyiraman atau pengairan. Hindari menggunakan jenis insektisida serta DDT sebab zat kimia yang terkumpul akan merusak sel-sel dan jaringan tubuh manusia dan merusak lingkungan sekitar.

Itulah informasi tentang cara menanam kacang tanah. Kacang tanah akan siap panen jika sudah berusia lebih dari 6 bulan. Pemanenan bisa secara bertahap atau sekaligus, tergantung kemampuan dan kebutuhan anda. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *