Cara Menanam Daun Bawang Yang Efektif Dan Menghasilkan

Posted on

Tidak sedikit petani yang melirik daun bawang, salah satu jenis sayuran untuk dibudidayakan. Di Indonesia, tanaman ini sering dimanfaatkan daunnya sebagai pelengkap berbagai macam sajian masakan. Karena orang Indonesia yang merasa tidak lengkap jika masak tanpa adanya daun bawang di berbagai resep, peluang bisnis daun bawang pun cukup besar dan bagus.

Cara Menanam Daun Bawang Yang Efektif Dan Menghasilkan
Cara Menanam Daun Bawang Yang Efektif Dan Menghasilkan

Selain itu, daun bawang juga dijual dengan harga terjangkau, sehingga konsumennya juga berasal dari semua kalangan. Nah, jika anda ingin mencoba memulai bisnis agar bisa berhasil dengan cara menanam daun bawang, hal tersebut bukan keputusan yang salah.

Syarat Tumbuh Daun Bawang

Daun bawang bisa tumbuh subur di dataran rendah dan dataran tinggi, dengan rentang ketinggian 250 sampai 1500 m dpl. Idealnya, tanaman ini bisa berkembang optimal di daerah dengan curah hujan 150 sampai 200 mm per tahun serta suhu harian 18 sampai 25 derajat celcius. Sedangka untuk pH tanah, yaitu netral mulai 6,5 sampai 7. Akan lebih bagus jika tanah yang akan ditanami daun bawang adalah di tanah lempung berpasir atau tanah bekas gunung berapi (andosol).

Cara Menanam Daun Bawang

Ada beberapa tahap yang harus diperhatikan jika anda ingin memulai cara menanam daun bawang mulai dari nol sampai masa panen. Berikut informasinya. [menanam daun bawang dalam pot]

  1. Tahap Benih

Anda bisa mencari benih daun bawang dari biji atau dari tunas anakan yang dikenal dengan teknik stek tunas. Tunas anakan ini diambil dengan memisahkan anakan yang berkualitas dan sehat dari induknya. Sedangkan jika anda ingin mengambil benih dari biji, kelemahannya adalah ketika panen membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan mengambi benih dengan cara stek tunas.

  1. Tahap Penyemaian

Jika mengambil benih dari stek tunas, maka anda bisa langsung segera menanamnya di lapangan. Akan tetapi, anda harus mengurangi pengakarannya agar penguapannya juga berkurang. Namun, jika anda menggunakan benih dari biji, maka anda harus menyemai terlebih dahulu, kemudian ditanam di lapangan. Untuk media semainya, anda bisa mencoba membuat campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1. Tanah dan pupuk sudah harus melewati proses penggemburan.

Kemudian, sebarkan biji secara merata dan tutup tipis-tipis dengan menggunakan lapisan tanah. Misalnya, ketebalannya dibuat sekitar 1 cm saja, dan siram secukupnya. Bibit pun siap dipindahkan ke lapangan jika sudah tampak tumbuh dengan dua atau tiga helai daun.

  1. Persiapan Lahan Dan Tahap Penanaman

Hal berikutnya dalam tata cara menanam daun bawang, adalah dengan mencangkul lahan hingga kedalaman 30 sampai 40 cm. Kemudian, tambahkan pupuk kandang karena daun bawang membutuhkan tanah yang gembur agar bisa tumbuh subur. Lalu, buat bedengan dengan lebar sampai 1,2 m sedangkan panjangnya bisa mengikuti lahan yang tersedia. Buat parit antar bedengan dengan dalam sampai 30 cm, dan lebar 30 cm. Parit dibutuhkan supaya dapat membuat drainase lebih lancar karena tidak boleh ada genangan air ketika menanam daun bawang.

Untuk jarak tanam, anda bisa membuat 20 cm x 25 cm, 25 cm x 25 cm, atau opsi lainnya adalah 20 cm x 20 cm. Kemudian, mulai penanaman dengan membuat lubang tanam kecil serta bibit atau tunas dalam posisi tegak dan timbun dengan tanah sedikit lalu disiram lagi.

  1. Tahap Pemeliharaan Dan Perawatan

Tahap pemeliharaan dan perawatan daun bawang bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, walaupun anda seorang pemula. Pertama, anda harus melakukan penyiangan yaitu dengan mencabut seluruh gulma atau rumput yang mengganggu. Tahap ini dilakukan dalam waktu yang sama dengan pendangiran. Pendangiran adalah tahap dimana anda harus mencangkul tanah sekitar lahan agar gembur kembali dan tidak padat. Penimbunan di area pangkal batang juga perlu dilakukan. Cara ini sangat penting supaya warna putih bisa didapatkan dari batang semu daun bawang.

Batang semu dengan warna putih akan membuat rasa daun bawang lebih enak. Tahap penimbunan batang juga harus dilakukan secara bertahap supaya tidak terjadi pembusukan batang serta daun ketika tanaman masih muda.

Selanjutnya, anda juga harus melakukan penyiraman jika daun bawang ditanam ketika musim kemarau. Akan tetapi, jika menanam di musim hujan, maka anda harus memperhatikan bagian drainase supaya tidak terjadi genangan air.

Terakhir adalah proses pemupukan yaitu dnegan menggunakan pupuk kandang ketika mengolah lahan dengan dosis hingga 15 ton untuk satu hektarnya. Sedangkan pupuk lainnya yang harus diberikan adalah pupuk Urea 200 kg per hektar dan diberikan sebanyak 2 kali, yaitu saat tanaman berusia 21 hari sebanyak setengah dosis, serta sisanya ketika tanaman daun bawang sudah beranjak 42 hari. Selain kedua pupuk tersebut, anda juga harus menyiapkan pupuk SP 36 serta KCl untuk diberikan sebanyak dua kali seperti cara pemberian pupuk urea. Dosis pemupukan pertama SP 36 adalah sebanyak 50 kg dan KCL 50 kg sedangkan untuk pemupukan kedua dosisnya adalah SP 36 sebanyak 50 kg dan KCL sebanyak 25 kg. Memberikan pupuk juga terdapat mekanismenya agar bisa optimal.

Anda harus membuat larikan terlebih dahulu sekitar 5 cm di kiri dan di kanan batang, kemudian taburkan pupuk yang ingin diberikan pada area larikan. Setelah itu, anda bisa menimbunnya dengan tanah.

  1. Tahap Pengendalian Hama Dan Penyakit

Pada daun bawang, ada beberapa hama yang seringkali ditemukan seperti Agrotis sp. yang sering membuat batang terpotong dan putus, sampai tanaman menjadi mati, Spodoptera Exigua yaitu ulat bawang yang suka makan daun tanaman daun bawang, dan juga Thrips tabaci yaitu sejenis serangga yang suka menghisap cairan daun.

Untuk mengendalikan ulat bawang, bisa dicoba dengan mengumpulkan telur secara berkelompok kemudian dimusnahkannya. Anda juga membutuhkan pestisida dengan memilih produk yang tepat, dosis, volume semprot, interval, cara aplikasi, dan waktu aplikasinya agar hasil penyemprotan pada hama bisa efektif.

Tantangan lainnya yang harus anda hadapi adalah mengatasi penyakit Erwinia carotovora, yaitu gejala penyakit dengan busuk lunak, basah dan berbau tidak sedap. Ada juga serangan Alternaria porri yang dikenal sebagai penyakit bercak ungu yang dapat menyerang daun. Untuk mengatasi penyakit ini, anda harus melakukan pergiliran tanaman guna menghentikan silus hidup dan memastikan bahwa kebun anda memiliki sanitasi yang bagus. Hindari kondisi kebun yang kotor atau lembab jika anda ingin berhasil pada cara menanam daun bawang.

Masa Panen Dan Pascapanen Daun Bawang

Tanaman ini sudah siap dipanen jika sudah berumur 2 bulan setelah masa tanam. Hasil per hektarnya bisa mencapai hingga 15 ton. Untuk memanen, anda harus mencabut tanaman ini seluruhnya mulai dari akar, kemudian buang akarnya, daun atau bagian lainnya yang busuk atau layu. Jika anda ingin menggunakan tanaman tersebut untuk ditanam kembali di periode berikutnya, pastikan bahwa tunas anakan yang dipilih berkualitas bagus dengan pertumbuhan yang sehat pula, kemudian dipisah dari tanaman yang akan dipasarkan.

Nah, itulah informasi tentang bagaimana cara menanam daun bawang sampai cara memanennya, semoga membantu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *