Cara Menanam Tomat Hidroponik

Posted on

Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) merupakan salah satu tanaman yang dapat dengan mudah ditanam secara hidroponik. Perawatan tanaman dengan ciri buah berwarna merah ini juga tidak terlalu sulit. Bahkan tomat bisa ditanam didalam ruangan, asalkan mendapatkan intensitas cahaya yang cukup agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang bagus.

Tomat yang ditanam secara hidroponik memiliki kandungan vitamin yang lebih baik dan menghasilkan rasa yang lebih manis. Tomat banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan vitamin dan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Tomat biasanya dimanfaatkan dan dikonsumsi sebagai pelengkap masakan atau lalapan, jus, bahan pembuatan saus dan sebagainya. Berikut beberapa cara menanam tomat secara hidroponik.

Cara Menanam Tomat Hidroponik
Cara Menanam Tomat Hidroponik

Pemilihan Bibit Tomat

Hal yang harus diperhatikan ketika akan menanam tomat secara hidroponik adalah memilih bibit. Pastikan bibit yang dipilih adalah bibit yang paling baik, agar memperoleh hasil panen yang memuaskan. Sebaiknya pilihlah bibit unggul yang sudah teruji memiliki kualitas baik dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Bibit tomat bisa didapatkan ditoko pertanian. Atau jika hanya sekedar ingin mencoba, bisa menggunakan tomat yang sudah ada. Pilihlah tomat yang sudah cukup tua dengan ciri kulit buahnya sudah berwarna merah sempurna, segar, tidak layu daan tidak keriput. Kemudian belah tomat yang sudah dipilih, ambil bijinya. Bersihkan biji tomat dari lendir dengan cara dicuci berulang kali dengan air bersih. Setelah bersih, tiriskan biji tomat dan jemur hingga bijinya mengering.

Penyemaian Bibit Tomat

Bibit tomat dapat tumbuh dengan mudah, sehingga penyemaiannya tidak begitu rumit dan tidak memerlukan perlakuan khusus. Tomat yang ditanam secara hidroponik biasanya menggunakan rockwool sebagai media semainya. Potong kecil rockwool berbentuk segi empat atau dadu. Kemudian basahi atau rendam rockwool dengan air, buat lubang dibagian tengahnya untuk meletakkan bibit tomat. Berikan masing-masing 1 biji untuk setiap rockwool. Masukkan rockwool kedalam wadah dan letakkan ditempat yang gelap / teduh selama beberapa hari. Rawat bibit tanaman dengan baik, setelah bibit berkecambah pindahkan bibit ke tempat yang mendapatkan sinar matahari langsung. Tunggu hingga bibit tomat memiliki 4-6 helai daun.

Penanamam Bibit Tomat

Setelah bibit tomat tumbuh, pindahkan bibit tersebut kedalam media tanam, agar tanaman dapat tumbuh dengan lebih cepat. Media tanam yang digunakan bisa berupa arang sekam atau rockwool yang dimasukkan kedalam wadah yang lebih besar seperti pot atau polybag. Pemindahan bibit tomat harus dilakukan secara hati-hati agar bibit tomat tidak rusak dan akarnya tidak patah. Kemudian siram media tanam dengan air nutrisi.

Perawatan dan Pemeliharaan Bibit Tomat

Perawatan bibit tomat dilakukan dengan memberikan nutrisi pada tanaman. Pemberian nutrisi bisa dilakukan setiap hari sesuai dengan dosis nutisi yang disarankan. Nutrisi yang diberikan pada tomat hidroponik biasanya nutrisi AB Mix khusus tomat. Sebaiknya usahakan agar akar tanaman tidak terendam sepenuhnya dan berikan jarak antara akar dengan air nutrisi agar akar tanaman mendapatkan oksigen. Selain pemberian nutrisi pada tomat, hal yang harus diperhatikan ketika melakukan perawatan dan pemeliharaan tomat hidroponik adalah sebagai berikut:

  • Ganti bibit tomat dengan bibit yang baru jika ada tanaman yang mati atau terserang penyakit.
  • Pastikan pH larutan nutrisi tetap terjaga dan dalam keadaan stabil, sebab pH nutrisi tanaman hidroponik dapat berubah karena berbagai faktor. pH ideal tanaman tomat sekitar 6.0 – 6.5.
  • Menambah dosis nutrisi yang diberikan sesuai dengan fase pertumuhan tanaman. Penambahan dosis nutrisi pada tanaman dapat membuat tanaman tumbuh dengan optimal, oleh karena itu fase pertumbuhan tomat perlu diperhatikan dengan baik.
  • Memasang ajir atau penopang pada tanaman tomat.
  • Menyemperotkan pestisida, insektisida atau fungisida untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Baca Juga :

  1. Cara Menanam Tomat dalam Pot
  2. Contoh Tanaman Hidroponik
  3. Kelebihan dan kekurangan Hidroponik

Pemanenan Tomat Hidroponik

Pemanenan tomat hidroponik biasanya sudah bisa dilakukan ketika tanaman berumur 60-90 hari setelah masa tanam, atau sesuai dengan varietasnya. Tomat yang sudah bisa dipanen ditandai dengan kulit tomat yang memerah atau jika ingin masa penennya lebih cepat, tomat juga bisa dipenen ketika masih hijau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *