Cara Menanam Kemangi Hidroponik

Posted on

Kemangi (Ocimum xcitriodorum ) merupakan salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman herbal, pelengkap masakan, atau sebagai lalapan. Kemangi memiliki aroma dan rasa yang khas dengan ciri daun berwarna hijau muda dan memiliki bunga kecil berwarna putih. Aroma yang khas kemangi dihasilkan dari kandungan sitrat yang tinggi pada daun dan bunganya.

Tanaman kemangi dapat tumbuh dengan rimbun. Namun jika tanaman dibiarkan berbunga maka akan mempengaruhi pertumbuhan daun yang lebih sedikit, tanaman cepat tua dan mudah mati. Menanam kemangi sebenarnya cukup mudah, sebab kemangi tidak memerlukan syarat tumbuh yang rumit.

Kemangi bisa tahan terhadap kondisi cuaca panas ataupun dingin. Kemangi belum terlalu banyak dibudidayakan dalam skala besar sebab nilai jual kemangi masih cukup rendah. Biasanya kemangi hanya ditanam disepetak tanah saja. Namun bagi anda yang tidak memiliki lahan, anda bisa menanam kemangi secara hidroponik.

Cara Menanam Kemangi Hidroponik
Cara Menanam Kemangi Hidroponik

Berikut beberapa cara menanam kemangi secara hidroponik.

Penyemaian Bibit kemangi

Siapkan nampan atau baki yang akan digunakan sebagai wadah untuk menyemai bibit kemangi. Masukkan campuran tanah kompos yang telah digemburkan. Siram dengan air agar media semai menjadi lembab. Kemudian taburkan biji kemangi diatasnya. Setelah itu letakkan nampan / baki ditempat yang mendapatkan sinar matahari cukup. Siram bibit setiap hari agar media semai tetap lembab. Usahakan airnya tidak menggenang agar biji tidak busuk. Bibit kemangi akan tumbuh sekitar 1-2 minggu. Tunggulah hingga tingginya sekitar 5-10 cm atau setidaknya memiliki 5 helai daun.
Persiapan Media Tanam

Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat media tanam, seperti pot plastik, ember bekas, streofom, arang sekam, cocopeat dan sumbu. Berikut beberapa langkah membuat media tanam.

  • Buatlah lubang pada streofom. Lubang tersebut disesuaikan dengan besarnya pot yang digunakan. Sebaiknya gunakan steorofom yang memiliki ketebalan minimal 2 cm.
  • Lubangi pot disekeliling bawah permukaan dan bagian dasar pot.
  • Setelah pot dilubangi, ikatkan sumbu diantara lubang dasar pot. Sumbu tersebut berfungsi sebagai media untuk menyerap air.
  • Siapkan arang sekam dan cocopeat dengan perbandingan 1:1, campurkan secara merata.
  • Masukkan campuran arang sekam dan cocopeat kedalam pot plastik yang sudah dilubangi dan sudah dipasangi sumbu.

Proses Penanaman Kemangi

Setelah bibit kemangi yang disemai tumbuh, setidaknya memiliki 5 helai daun, pindahkan bibit kemangi tersebut dengan hati-hati ke media tanam baru yang telah disiapkan. Kemudian siapkan ember yang memiliki ukuran besar. Isi ember tersebut dengan nutrisi hidroponik yang dicampur dengan air. Nutrisi hidroponik bisa didapatkan ditoko pertanian. Selanjutnya pasang streofom yang digunakan untuk menutup ember. Lubangi salah satu sisi seukuran pipa kecil pada streofom untuk lubang udara. Masukkan pot plastik yang sudah siap dan letakkan ditempat yang mendapatkan sinar matahari cukup.

Perawatan Kemangi Hidroponik

Pastikan untuk mengisi ulang atau mengganti cairan nutrisi setidaknya 2 hari sekali, sehingga kebutuhan nutrisi tanaman kemangi selalu tercukupi. Jika akar-akar tanaman kemangi tumbuh keluar dari lubang pot plastik dan tanaman semakin tumbuh besar, sebaiknya letakkan beberapa batu yang digunakan untuk menopang / menyangga tanaman sehingga tanaman kemangi bisa tumbuh tegak.

Baca Juga :

Pemanenan Tanaman Kemangi

Kemangi sudah bisa dipanen ketika tanaman berusia 50-60 hari setelah masa tanam. Pemanenan kemangi dilakukan dengan cara memetik daun-daun muda, seperti halnya memetik pucuk daun teh. Kemangi biasanya dipetik sepanjang 15 cm. Pemetikan sebaiknya dilakukan secara teratur untuk merangsang pertumbuhan cabang dan tunas baru yang akan tumbuh. Jika ingin tanaman kemangi berumur panjang, jangan biarkan tanaman berbunga adan berbuah. Jika dibiarkan maka tanaman cepat tua dan mudah mati. Agar produktivitas tanaman kemangi tidak terganggu, sebaiknya pisahkan tanaman khusus yang akan diambil bijinya untuk bibit atau bisa juga dengan menyisakan satu atau dua cabang tanaman yang dibiarkan berbunga dan berbuah. Setelah bijinya tua, cabang tersebut kemudian dipangkas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *