Perawatan Tanaman Kacang Hijau

Posted on

Kacang hijau atau lebih dikenal dengan nama kacang ijo termasuk dalam jenis tanaman suku polong-polongan (Fabaceae). Salah satu tanaman palawija ini dapat dengan mudah tumbuh di daerah tropis. Tanaman kacang hijau sering diolah menjadi berbagai macam makanan / kudapan seperti bubur kacang hijau, bubur bayi, susu kacang hijau, isian bakpia, dan lain-lain. Makanan yang dibuat dari kacang hijau biasanya tidak mudah berbau, sebab kacang hijau tidak mengandung kadar lemak yang tinggi.

Kacang hijau juga mengandung banyak vitamin yang memberi berbagai manfaat untuk tubuh, salah satunya mengandung multi protein yang berfungsi untuk mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel pada tubuh. Kacang hijau telah banyak dikembangkan atau dibudidayakan di berbagai daerah.

Perawatan Tanaman Kacang Hijau
Perawatan Tanaman Kacang Hijau

Di Indonesia sendiri, kacang hijau menempati urutan ketiga sebagai tanaman pangan legum setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau sebenarnya mudah untuk dibudidayakan, hanya saja kacang hijau juga rentan terhadap beberapa hama dan penyakit, sehingga dalam proses budidayanya perlu dilakukan perawatan yang intensif. Perawatan tanaman juga memiliki peran penting terhadap keberhasilan budidaya kacang hijau.

Berikut beberapa cara melakukan perawatan pada tanaman kacang hijau.

Penyiraman / Pengairan Tanaman Kacang Hijau

Penyiraman atau pengairan tanaman kacang hijau dilakukan pada masa awal pertumbuhan tanaman dengan memperhatikan kondisi lahan dan cuacanya. Tanaman kacang hijau yang ditanam pada tanah yang lembab atau kondisi cuaca sering hujan, penyiramannya cukup dilakukan sehari sekali. Jika terjadi hujan yang cukup lama dan membuat lahan tanaman menjadi sangat basah, maka pada hari tersebut tidak perlu dilakukan penyiraman, sedangkan pada tanah yang kering penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Perhatikan proses penyiramannya, usahakan agar air tidak menggenangi tanah tempat kacang hijau tumbuh. Air yang tergenang dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan rusaknya tanaman kacang hijau.

Pemupukan Tanaman Kacang Hijau

Pemupukan tanaman kacang hijau dilakukan dalam 2 tahapan. Pemupukan pertama dilakukan bersamaan pada saat menanam benih, sedangkan pemupukan selanjutnya dilakukan ketika tanaman berumur 1 bulan masa tanam atau ketika tanaman mulai berbunga. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk urea. Pemupukan dilakukan dengan cara memasukkan pupuk pada lubang yang telah disiapkan sebelumnya, kemudian tutup kembali dengan tanah. Pemberian pupuk pada tanaman dapat berguna untuk membantu menahan air dalam tanah.

Penyulaman dan Penyiangan Tanaman Kacang Hijau

Penyulaman tanaman kacang hijau biasanya dilakukan pada saat tanaman berumur 15-17 hari setelah masa tanam. Penyulaman dilakukan untuk mengganti benih kacang hijau yang tidak tumbuh sempurna dengan benih tanaman yang baru. Perhatikan dengan teliti kondisi tanaman yang gagal tumbuh, atau perkecambahannya layu. Kemudian cabut tanman tersebut, dan ganti dengan dengan bibit / benih yang baru. Penyiangan tanaman dilakukan dalam 2 tahapan. Pertama ketika tanaman berumur 2 minggu dan selanjutnya ketika tanaman berumur 1 bulan. Penyiangan tanaman dilakukan dengan cara membersihkan lahan tanaman dari gulma dan rumput liar yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.

Penyiangan tanaman sebaiknya dilakukan saat tanah dalam kondisi kering, sebab jika penyiangan dilakukan ketika kondisi tanahnya basah, dikhawatirkan dapat menyebabkan rusaknya sturktur tanah.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Ada beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kacang hijau. Hama dan penyakit yang menyerang tanaman dapat menyebabkan penurunan produksi, penurunan kualitas panen, bahkan bisa menyebabkan terjadinya gagal panen. Sebaiknya perhatikan cara untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang. Berikut beberapa cara mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang hijau.

Lalat Kacang / Lalat Bibit

Lalat kacang / lalat bibit dapat menyerang benih kacang yang baru ditanam dan belum tumbuh atau menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Benih yang terserang hama ini ditandai dengan adanya lubang-lubang kecil bekas gigitan. Serangan hama lalat kacang bisa menyebabkan benih tidak tumbuh dan membusuk. Gejala lain yang menunjukkan jika tanaman terserang hama lalat kacang adalah adanya bercak-bercak atau lubang-lubang yang tidak beraturan pada daun tanaman.

Daun pada tanaman berubah warna menjadi kekuningan dan mulai layu. Jika lalat kacang menyerang polong tanaman, maka polong tersebut akan gugur. Dan setelah tanaman tumbuh sekitar 3-4 minggu, tanaman akan mati. Cara megendalikan hama lalat kacang adalah dengan sanitasi lahan, pengolahan lahan yang baik, dan penanaman bergilir. Sebelum melakukan penanaman sebaiknya campurkan benih dengan insektisida. Jika hama menyerang setelah tanaman tumbuh, maka lakukan penyemprotan pada tanaman.

Penggerek Buah / Penggerek Polong

Hama ini menyerang polong kacang hijau, sehingga menyebabkan polong kacang hijau menjadi busuk dan rusak. Serangan hama pada bunga, akan menyebabkan tanaman tidak bisa membentuk polong. Tanaman yang terserang hama penggerek buah / penggerek polong ditandai dengan berlubangnya polong, hingga polong akan habis dimakan oleh hama ini. Cara megendalikan hama penggerek buah / polong adalah dengan rotasi tanaman, sanitasi dan penyemprotan menggunakan insektisida dengan jarak waktu 3 hari sekali.

  • Ulat Jengkal – Ulat jengkal memiliki tubuh berwarna hijau dengan ukuran 2-3 cm. Ulat ini berjalan dengan cara menjengkal. Tanaman yang terserang hama ini biasanya tanaman yang sudah tua. Ulat jengkal biasanya menyerang bagian daun hingga tulang daun tanaman. Cara megendalikan hama ulat jengkal adalah dengan memebersihkan telur dan larva ulat jengkal pada tanaman.
  • Kepik Hijau – Kepik hijau memiliki telur bergerombol yang terdapat dibagian bawah daun tanaman kacang hijau. Serangan hama ini dapat menyebabkan rusaknya polong dan menyebabkan polong mengempis dan kering. Cara megendalikan hama kepik hijau adalah dengan menyemperotkan insektisida dan melakukan penanaman secara serempak.
  • Bercak Daun – Tanaman yang terserang penyakit ini ditandai dengan adanya bercak pada daun tanaman. Cara megendalikan penyakit bercak daun adalah dengan memangkas daun yang terserang penyakit dan melakukan penyemperotan fungisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  • Embun Tepung – Serangan penyakit embun tepung pada tanaman dapat menyebabkan permukaan daun, batanag dan polong buah tertutup tepung berwarna putih. Jika serangan penyakit berat, maka daun tanaman akan menjadi kering dan mati. Cara megendalikan penyakit embun tepung adalah dengan menanam tanaman yang tahan terhadap berbagai jenis penyakit, menyemperotkan fungisida dan membakar tanaman yang terkena serangan berat / parah.
  • Kudis – Serangan penyakit kudis pada tanaman dapat meyebabkan munculnya bercak kecil berwarna coklat pada permukaan bawah daun, kemudian menjalar ke tangai daun dan batang tanaman. Jika serangan penyakit berat / parah maka biji tanaman akan menjadi keriput. Cara megendalikan penyakit kudis adalah dengan menanam tanaman yang tahan terhadap berbagai jenis penyakit, menyemperotkan fungisida sesuai dosis yang dianjurkan dan membakar tanaman yang terkena serangan berat / parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *