Menanam Strawberry Secara Hidroponik

Posted on

Tanaman yang ditanam secara hidroponik akan lebih cepat dan lebih banyak menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga akan menghasilkan tanaman yang melimpah dengan kualitas yang cukup baik. Ada beberapa tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik, salah satunya adalah strawberry.

Strawberry merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin c sangat tinggi. Strawberry biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Buah strawberry sangat cocok untuk dikembangkan atau dibudidayakan. Selain tidak memerlukan biaya yang mahal, strawberry juga merupakan tanaman yang dapat berbuah sepanjang tahun dengan masa produktif berbuah hingga 4 tahunan.

Menanam Strawberry Secara Hidroponik
Menanam Strawberry Secara Hidroponik

Menanam strawberry dengan teknik hidroponik akan menghasilkan buah yang lebih banyak. Selain itu, strawberry yang ditanam secara hidroponik dapat dengan mudah diatur kondisi lingkungannya, seperti temperatur / suhu, kelembaban relatif, intensitas cahaya, faktor curah hujan serta dapat meminimalisir serangan hama dan penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai menanam strawberry.

  • Strawberry memerlukan sinar matahari secara langsung / full sun. Sebaiknya cari lokasi penanaman yang tidak terhalang tumbuhan atau bangunan, sehingga memungkinkan tanaman strawberry memperoleh sinar matahari langsung.
  • Strawberry sebaiknya ditanam pada media tanam yang porus. Maksudnya kelembaban media tanam ataupun ketersediaan airnya tercukupi.
  • Jumlah strawberry yang ditanam akan menentukan proses pertumbuhan tanaman strawberry. Dalam satu wadah, idealnys ada 4 bibit strawberry, sehingga tanaman tidak terlalu rapat dan tidak menyebabkan terjadinys perebutan nutrisi pada tanaman.
  • Pilihlah jenis strawberry yang sesuai dengan kondisi iklim daerah yang akan ditanami strawberry.

Bagi anda yang ingin mencoba menanam strawberry secara hidroponik berikut beberapa cara menanam strawberry secara hidroponik.

Alat dan Bahan Yang dibutuhkan

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menanam strawberry secara hidroponik diantaranya adalah jerigen, baki persemaian, hand sprayer, wadah atau pot, tali kompor, pipa paralon, ember, timbangan ohaus, bibit strawberry, porus, garam mineral atau pupuk yang sudah siap pakai. Itulah beberapa lat dan bahan yang akn digunakan untuk menanam strawberry secara hidroponik.

Proses Pembibitan dan Penyemaian Buah Strawberry

Proses pembibitan dan penyemaian buah strawberry dapat dilakukan dengan menggunakan media pasir. Berikut beberapa cara menyemai bibit buah strawberry.

  • Ambil pasir yang sudah kering, kemudian bersihkan dengan cara di ayak, cuci dan rendam dengan air kurang lebih selama 1 jam
  • Bersihkan dan cuci baki persemaian, kemudian masukkan pasir yang sudah dibersihkan hingga tinggi 3-4 cm
  • Siram baki persemaian hingga terlihat penuh atau kelebihan air dalam beberapa menit saja. Kemudian taburkan biji kedalam baki satu persatu dan jangan terlalu rapat menabur bijinya.
  • Ketika melakukan proses penyemaian, perhatikan kondisi pasir. Jangan biarkan pasir menjadi kering. Untuk menjaga kelembaban pasir dan media baki persemaian, sebaiknya gunakan hand sprayer yang sudah diisi dengan air.
  • Jika bibit sudah tumbuh dan memiliki 2-4 helai daun, maka bibit strawberry sudah siap dipindahkan ke media tanam. Pemindahan bibit dilakukan dengan hati-hati agar tanaman tidak rusak.

Proses Penanaman Strawbery
Proses penanaman strawberry dilakukan dengan cara menyiapkan wadah yang akan digunakan untuk media tanam. Misalnya dengan menggunakan pot atau paralon yang sudah dibelah menjadi 2 bagian. Usahakan wadah yang digunakan tidak berlubang . Lubang diberikan hanya untuk menanam tanamannya saja. Pemberian lubang harus diatur, kira-kira dengan jarak 3-5 cm setiap lubangnya. Kemudian siapkan media tanam berupa kerikil, pasir atau yang lainnya dan cuci semua media tersebut hingga bersih, kemudian rendam selama 30-60 menit dengan mengunakan air mendidih.

Masukkan media tanam yang sudah dibersihkan tadi ke dalam wadah yang sudah disiapkan sebelumnya, letakkan di atas lubang yang sudah dibuat dengan ukuran 3-4cm. Ambil dan tanam bibit yang sudah disemai tadi, jangan biarkan akarnya patah atau rusak. Setelah itu berikan nutrisi pada tanaman.

Nutrisi yan diberikan bisa berupa pupuk organik cair atau pupuk lainnya yang berbentuk cair atau sudah dicairkan. Letakkan tanaman di tempat yang jauh dari serangga, serangan hama dan penyakit lainnya. Pastikan tanaman diletakkan ditempat yang tidak terlalu lembab dan memiliki sinar matahari yang cukup. Pupuk cair diberikan kembali setelah tanaman berumur 2-3 minggu. Selanjutnya lakukan pengontrolan tanaman secra baik dan terus menerus.

Perawatan dan Pemeliharaan Strawberry
Perawatan dan pemeliharaan tanaman dilakukan dengan cara mengontrol atau memantau kondisi kelembaban dan pH media tanam, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Media tanam yang baik memiliki pH sekitar 6.3. Selain itu, pemberian pupuk cair juga harus dilakukan secara rutin. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk urea, pupuk tsp, pupuk kcl atau yang lainnya, asalkan sudah dicairkan. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara meyemprotkan herbisida, fungsida dan insektisida.

Baca juga :

  1. Menanam Ketimun Secara Hidroponik
  2. Menanam Sawi Secara Hidroponik
  3. Inilah Keuntungan Menanam Secara Hidroponik
  4. Cara Bercocok Tanam Hidroponik
  5. Kelebihan Dan Kekurangan Hidroponik

Pemanenan Strawberry
Strawberry sudah bisa dipanen ketika tanaman berumur 4-6 bulan, tergantung dengan proses pertumbuhan tanaman tersebut. Pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari dan dilakukan teratur yaitu dua minggu sekali agar menghasilkan kualitas yang baik. Memanen buah strawbery sebenarnya cukup mudah, Anda hanya perlu memetik buah strawberry yang warnanya sudah merah dengan menggunakan gunting atau pisau. Usahakan jangan sampai merusak buah atau tanaman yang belum tumbuh. Kemuadian masukan buah starwberry yang sudah dipetik kedalam kemasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *