Menanam Ketimun Secara Hidroponik

Posted on

Mentimun, Timun, atau Ketimun (Cucumis sativus L) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang biasanya dijadikan sebagai lalapan. Tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya ketimun dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Mentimun / ketimun juga sering dijadikan sebagai masker yang bermanfaat untuk mengencangkan kulit wajah. Tidak heran jika ketimun banyak ditanam, baik untuk dikonsumsi sendiri atau untuk dijual.

Bagi anda yang ingin mencoba menanam ketimun, cobalah menggunakan teknik hidroponik. Dengan menggunakan teknik hidroponik, ketimun yang ditanam berpotensi memiliki kandungan air lebih banyak dan berukuran lebih besar.

Menanam Ketimun Secara Hidroponik
Menanam Ketimun Secara Hidroponik

Selain itu, perawatan dan pemeliharaan tanaman juga lebih mudah. Menanam ketimun secara hidroponik juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman, sebab nutrisi yang diperlukan tanaman untuk tumbuh akan langsung disiramkan, diteteskan, dialirkan atau disemprotkan pada media tanam, sehingga akan langsung terserap oleh tanaman. Menanam ketimun secara hidroponik juga menjadi altrnatif pilihan bagi anda yang tidak memiliki lahan yang luas. Selain iu, menamam ketimun secara hidroponik juga menjadikan lingkungan tanam menjadi lebih bersih, karena tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Bagi anda yang ingin mencoba menanam ketimun secara hidroponik, berikut beberapa cara menanam ketimun secara hidroponik.

Pemilihan Bibit Ketimun

Untuk memperoleh hasil panen yang maksimal dan berkulitas tinggi, pemilihan bibit menjadi proses yang paling penting. Pilihlah bibit yang sehat, bebas dari penyakit, pertumbuhannya cepat dan berasal dari indukan yang menghasilkan banyak buah. Lakukan penyemaian terlebih dahulu, hingga bibit mulai berkecambah. Setelah itu bibit bisa langsung ditanam pada media hidroponik. Pemindahan tanaman dilakukan dengan baik dan hati-hati agar akar tanaman tidak busuk dan tidak rusak.

Pengolahan Media Tanam

Untuk membuat media tanam ketimun hidroponik, dibutuhkan beberapa alat dan bahan seperti pot plastik kecil atau gelas plastik, pipa paralon, air larutan nutrisi, kertas untuk mengganjal, ajir untuk penyokong dan gunting. Sedangkan media tanam terdiri dari beberapa pilihan yaitu arang sekam (padi kering yang dibakar), gambut, gabus (streofom), pasir dan lainnya. Namun media yang lebih mudah, sangat baik dan paling disarankan untuk menanam timun hidroponik adalah arang sekam. Berikut beberapa langkah untuk membuat media tanam menanam timun hidroponik.

  • Siapkan pot plastik kecil yang dilubangi bagian ujung atau pucuknya sekitar 1-3 mm.
  • Masukkan media tanam arang sekam ke dalam pot yang sudah disiapkan. Agar arang sekam tidak tumpah, sebaiknya ganjal dengan kertas yang mudah larut.
  • Siapkan pipa paralon dan berikan lubang dengan jarak 10-15 cm, dan besarnya lubang disesuaikan dengan pot plastik kecil.
  • Tutup ujung kanan dan ujung kiri pipa paralon dan masukkan air larutan nutrisi ke dalam pipa.
  • Kemudian buatlah ajir menggunakan besi, alumunium, kayu atau bambu. Ajir bisa dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan, vertikal atau horizontal. Ajir yang dibuat digunakan sebagai penopang tanaman.

Penanaman Bibit Ketimun

Penanaman ketimun secara hidroponik dapat dilakukan dengan mudah dengan cara yang sederhana.

  • Siapkan pot plastik yang sudah berisi arang sekam, kemudian buat lubang pada arang sekam sedalam 1-2 cm.
  • Masukkan bibit dengan kualitas baik yang memiliki banyak akar kedalam lubang yang telah dibuat. Setiap satu lubang, hanya untuk satu bibit ketimun.
  • Letakkan pot plastik kedalam lubang paralon yang telah dibuat sebelumnya. Usahakan ujung pot plastik menyentuh atau mengenai air larutan nutrisi yang berada dalam pipa paralon.
  • Lakukan pemeliharaan dan perawatan media tanam secara terus menerus.

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Ketimun

Pemeliharaan dan perawatan tanaman ketimun dilakukan dengan cara penyiraman, pemupukan, penyulaman, penyiangan, pengajiran, pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman tanaman ketimun hidroponik dilakukan dengan cara tetes, penyiraman ini boleh dilakukan, boleh juga tidak. Pemupukan tanaman ketimun dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk cair yang dilarutkan dalam pipa paralon. Penyulaman tanamam ketimun dilakukan ketika tanaman berumur 1 minggu dari masa tanam. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang tidak tumbuh sempurna atau gagal tumbuh dengan bibit yang baru. Penyiangan tanaman dilakukan dengan cara membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh, sehingga dapat menggangu dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pengajiran dilakukan dengan membuat ajir sebagai penopang yang dibuat dari besi, alumunium, bambu atau kayu dengan panjang sekitar 1-2 m atau sesuai kebutuhan. Untuk mengendalikan hama dan penyakit, sebaiknya lakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida, hernisida dan insektisida.

Baca juga :

  1. Menanam Strawberry Secara Hidroponik
  2. Menanam Sawi Secara Hidroponik
  3. Inilah Keuntungan Menanam Secara Hidroponik
  4. Cara Bercocok Tanam Hidroponik
  5. Kelebihan Dan Kekurangan Hidroponik

Pemanenan Tanaman Ketimun

Tanaman ketimun yang ditanam secara hidroponik, sudah bisa dipanen ketika tanaman berumur 2-3 bulan. Waktu pemanenan juga tergantung pada varietas ketimun dan kecepatan pertumbuhan tanaman. Pemanenan dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan memetik langsung ketimun pada tangkainya, atau dengan menggunakan gunting atau alat bantu pemotong lainnya. Agar kualitas timun tetap terjaga kesegarannya, sebaiknya pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *