Cara Menanam Kacang Hijau

Posted on

Kacang hijau (Vigna radiata) atau yang lebih dikenal dengan sebutan kacang ijo merupakan tanaman palawija yang dikenal dapat tumbuh dengan mudah di daerah tropis. Kacang hijau termasuk dalam jenis tanaman suku polong-polongan (Fabaceae).

Kacang hijau mengandung berbagai macam vitamin yang memberi manfaat untuk tubuh, terutama vitamin B kompleks yang baik untuk pertumbuhan, mengandung sumber protein nabati yang tinggi, mengandung mineral, kalsium dan fosfor yang dapat menguatkan tulang dan juga mengandung multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh. Selain itu, kacang hijau juga memiliki  kadar lemak yang rendah sehingga makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah berbau.

Cara Menanam Kacang Hijau

Kacang hijau sering diolah menjadi berbagai macam makanan / kudapan seperti bubur kacang hijau, bubur bayi, susu kacang hijau, isian bakpia, dan lain-lain. Di Indonesia, kacang hijau menempati urutan ketiga  setelah kedelai dan kacang tanah sebagai tanaman pangan legum. Seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan pasar terhadap kacang hijau, budidaya kacang hijaupun telah banyak dilakukan diberbagai daerah.

Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Hijau

Sebelum memulai untuk menanam tanaman kacang hijau, ada baiknya jika anda mengetahui syarat tumbuh tanaman kacang hijau agar tanaman kacang hijau dapat  menghasilkan biji yang berkualitas baik. Kacang hijau dapat ditanam di lahan yang ketinggiannya tidak lebih dari 800 meter diatas permukaan laut dengan  temperatur sekitar 25 – 27 °C dan kelembaban udara sekitar 50 – 89 %. Kacang hijau juga dapat tumbuh dengan baik jika ditanam di tanah berlempung dengan pH optimal sekitar 6,7.

Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan dilakukan dengan cara membersihkan lahan dari gulma atau rumput liar, kemudian gemburkan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 15–20 cm. Pengolahan lahan dilakukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau. Pengolahan lahan  bisa dilakukan di tanah bekas penanaman padi (sawah), tanah bekas penanaman jagung ataupun lahan kering.

Pemilihan Benih Kacang Hijau

Pilihlah benih kacang hijau yang memiliki kualitas baik dengan ciri benih tidak rusak, tidak cacat, dan tidak kopong. Kemudian lakukan proses penyemaian pada benih kacang hijau. Proses penyemaian kacang hijau sering disebut  juga sebagai inokulasi bakteri. Penyemaian dilakukan dengan cara membasahi benih kacang hijau dengan air, kemudian keringkan benih tersebut dengan cara dianginkan selama 4 jam atau lebih, hingga benih mulai berkecambah.

Penanaman Benih Kacang Hijau

Penanaman dilakukan setelah benih kacang hijau berkecambah. Buat lubang sedalam 3-5 cm pada tanah yang telah disiapkan sebelumnya, dengan jarak tiap lubang 40 cm x 10 cm atau 40 x 15 cm. Kemudian isi setiap lubang dengan 2-4 biji kacang hijau dan kembali tutup benih dengan tanah.

Perawatan Tanaman Kacang Hijau

Perawatan tanaman kacang hijau dilakukan dengan cara penyiraman, pemupukan, penyulaman dan penyiangan tanaman. Penyiraman tanaman kacang dilakukan secara intensif pada awal penanaman dari perkecambahnya, sebelum berbunga dan  membentuk polong.

Tanaman kacang hijau tahan terhadap kondisi tanah yang kering sehingga penyiraman tidak perlu dilakukan terlalu banyak dan terlalu sering . Penyiraman tanaman pada tanah yang lembab cukup dilakukan sehari sekali, sedangkan pada tanah yang kering  dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Pemupukan dilakukan dengan cara memberikan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk urea pada tanaman sehingga dapat membantu menahan air dalam tanah. Pemupukan bisa dilakukan bersamaan ketika menanam benih dan dilakukan ketika tanaman mulai berbunga atau pada usia 1 bulan masa tanam.

Penyulaman tanaman kacang hijau dilakukan dengan cara mengganti benih kacang hijau yang tidak tumbuh sempurna dengan benih yang baru setelah penanaman benih menginjak usia 15 hari. Penyiangan tanaman dilakukan dengan cara  membersihkan lahan tanaman dari gulma dan rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau. Selain itu, gunakan juga fugisida dan pestisida untuk mengndalikan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman kacang hijau biasanya lalat kacang, kutu strips, ulat (plusia chalsites) atau meruca testualitis. Sedangkan penyakit tanaman yang sering menyerang kacang hijau adalah  bercak daun (Cercospora Canescens).

Pemanenan Kacang Hijau

Pemanenan kacang hijau dapat dilakukan setelah tanman menginjak usia 58-85 hari setelah masa tanam. Tanaman kacang hijau yang sudah bisa dipanen ditandai dengan berubahnya warna polong dari hijau menjadi warna coklat bahkan hitam. Pemanenan dilakukan dengan cara dipetik dan bisa dilakukan setiap hari dan beberapa kali tergantung pada varietas. Jarak antara panen pertama dan kedua 3-5 hari. Proses pemanenan yang terlalu lama bisa menyebabkan polong gampang pecah, mengering dan mudah terkelupas. Kacang hijau yang telah dipetik kemudian dijemur hingga menguning, masukkan dalam karung dan pukul pelan dengan kayu agar bijinya terkelupas dari polong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *