Cara Budidaya Jamur yang menghasilkan

Posted on

Selain jamur tiram putih, salah satu cara Budidaya Jamur yang menghasilkan adalah dengan membudidayakan jamur kuping. Jamur kuping hidup subur dari sisa-sisa tumbuhan atau kayu yang memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Jamur kuping adalah tanaman jamur dengan daun lebar yang menyerupai telinga manusia. Warna jamur ini adalah cokelat kehitaman atau hitam.

Jamur kuping sangat cocok dibudidayakan karena memberikan nilai bisnis yang terbilang tinggi, terlebih jika di bagian atas tubuh buahnya berwarna cokelat tetapi di bagian bawah tubuh buah berwarna hitam dengan ukuran kecil. Untuk siklus hidup jamur kuping bisa dibilang sama dengan jamur lainnya seperti jamur Shiitake atau jamur tiram.

Cara Budidaya Jamur Yang Menghasilkan
Cara Budidaya Jamur Yang Menghasilkan

Jamur kuping seringkali dimasak untuk olahan makanan seperti sayur kimlo, nasi goreng jamur, tauco jamur dan lainnya dengan rasa gurih dan tekstur lunak. Jamur ini juga tidak membutuhkan lahan yang begitu luas. Penanamannya hanya membutuhkan serbuk gergaji, waktu penanaman sampai masa panen yang tidak lama dan harga jual yang tinggi sebab kandungan gizinya yang besar.

Cara Budidaya Jamur Kuping Agar Berhasil
Ada beberapa tahap yang dilakukan untuk anda agar cara budidaya jamur yang menghasilkan ini bisa anda raih pada jamur kuping.

1. Menyiapkan Bibit Jamur Kuping

Pertama, bibit adalah langkah awal sebelum memulai segalanya. Bibit yang dipilih akan mempengaruhi kualitas dan hasil panen. Hasil panen yang optimal bisa diraih jika anda memilih menggunakan bibit jamur kuping yang bermutu dan berkualitas tinggi. Untuk menjadikannya sebagai usaha budidaya anda, anda bisa memilih membeli bibit F4 yang sudah siap untuk tanam.

2. Menyiapkan Media Tanam

Menyiapkan media tanam dibutuhkan ketelitian dan kecermatan. Media tanam yang anda gunakan untuk budidaya jamur kuping adalah dari serbuk gergaji kayu. Serbuknya juga tidak boleh sembarangan. Serbuk gergaji kayu yang akan digunakan harus diayak. Serbuk yang dibutuhkan sekitar 90%. Kemudian, siapkan 10 sampai 15% bekatul, 1 sampai 3% kapur CaCO3 dan air secukupnya. Semua bahan tersebut harus dicampur sampai rata. Sehingga, tercapaiah kadar air media sekitar 50 sampai 70%.

3. Fermentasi Media Tanam

Untuk jamur kuping, tujuan fermentasi media tanam adalah agar media tanam betul-betul ideal, demi menghasilkan pertumbuhan yang optimal. Jamur kuping membutuhkan media tanam yang sudah difermentasikan, artinya media sudah dididamkan selama 3 sampai 5 hari. Dalam proses fermentasi, suhu media akan meningkat hingga 70 derajat C. kemudian, fermentasi yang dilakukan harus merata, caranya adalah dengan melakukan pembalikan media dalam waktu antara 2 sampai 3 hari. Anda bisa melihat bahwa media sudah siap untuk ditanam jika media yang digunakan sudah berubah warna, tampak kehitaman atau berwarna cokelat.

4. Membuat Baglog

Jika media tanam sudah melewati proses fermentasi, anda pun bisa memasukkan media tanam dalam kantong plastik yang tahan pada panas dengan kapasitas sekitar 1 Kg berukuran 30×20 cm dan tebal plastiknya adalah 0.5 mm atau tingginya 20 cm. Media harus dipadatkan menggunakan pengepres.
Cara lainnya adalah dengan dipukul-pukul menggunkana botol. Pemadatan ini sangat penting dan harus dilakukan dengan baik, sehingga dari bawah plastik sampai ke bagian atas, media menjadi betul-betul rata seperti botol atau baglog. Bentuk leher plastik harus mengerucut agar mudah ditambahkan ring. Tutup mulut botol dengan memakai kapas dan pasang penutup baglog dengan menggunakan plastik penutup. Cara penutupan ini sangat penting guna mencegah air masuk kedalam baglog ketika sedang pengukusan air.

5. Proses Sterilisasi

Sterilisasi adalah prinsip yang sangat penting. Hal ini dibutuhkan untuk menguapi media tanam agar media tanam menjadi betul-betul terbebas dari mikroba liar yang merugikan dan menghambat pertumbuhan jamur kuping yang ingin anda budidayakan. Proses sterilisasi dibutuhkan untuk membunuh semua mikroba sehingga media terbebas dari kontaminasi. Sterilisasi dibutuhkan dengan suhu 950 sampai 1200 C dengan waktu proses sterilisasi hingga 8 jam. Baglog yang sudah disterilisasi masih harus didiamkan dalam ruang inokulasi hingga suhunya sudah berubah normal.

6. Inokulasi

Proses inokulasi atau penanaman bibit di masing-masing baglog bisa dilakukan jika suhu pada baglog sudah kembali normal. Dalam tahap inokulasi, ruangan dan seluruh mekanisme penanaman harus benar-benar steril. Selain itu, sirkulasi udara pada ruangan penanaman juga harus baik.
Untuk memulai, anda harus menyemprot kedua tangan menggunakan alkohol sekitar 70%. Kemudian, gunakan stik besi atau kawat untuk dipanaskan dengan dibakar langsung di atas api. Spiritus. Dinginkan dan semprot botol baglog bibit dengan alkohol agar benar-benar steril. Kemudian, tutup kapas baglog harus dibuka di atas api spiritus yang harus dilakukan untuk mengurangi kontaminasi. Masukkan kawat atau stik ke dalam baglog dan lepaskan penutup baglg. Masukkan bibit ke dalam mulut baglog, lalu goyangkan cincin untuk membantu membuat bibit tersebar ke permukaan baglog. Terakhir, pasang kapas kembali untuk menutup baglog.

7. Masa Inkubasi

Fokus penanaman jamur kuping berikutnya adalah bagaimana agar miselium jamur bisa cepat tumbuh. Untuk itu, dibutuhkan inkubasi semua baglog di suhu mulai dari 280 derajat C sampai 350 derajat C. Tingkat kelembaban ruangan harus 80% dengan cahaya lampu TL 60 watt harus disediakan. Inkubasi dibutuhkan setelah 4 sampai 8 minggu ketika anda melihat tumbuhnya miselium berwarna putih dan sudah tampak memenuhi baglog.
Nah, jika sampai 5 minggu lebih anda sudah melakukan masa inkubasi, tetapi tidak tampak miselium yang tumbuh, hal ini menandakan bahwa inokulasi pada budidaya jamur kuping yang sudah anda jalankan masih belum berhasil.

8. Panen

Masa panen yang betul pada budidaya jamur kuping adalah jika jamur kuping sudah tumbuh maksimal. Tanda jamur kuping tumbuh maksimal adalah munculnya gelombang yang tidak rata di bagian tepi jamur serta umurnya sudah 3 sampai 4 minggu semenjak pembentukan calon tubuh buah. Artinya, penanaman jamur kuping dalam satu periode dibutuhkan waktu 5 sampai 6 bulan.

Anda bisa memanen jamur kuping mulai dari 4 sampai 6 kali. Jamur kuping bisa dipanen dengan cara mencabut jamur kuping beserta akarnya. Jika akar tidak sampai dicabut selama pemanenan, otomatis akan mengganggu pertumbuhan jamur di penanaman berikutnya. Jika tidak sengaja mematahkan akar ketika memanen, maka tetap anda harus mengeluarkannya secara hati-hati dari dalam baglog.

Itulah informasi lengkap dan komplit mengenai cara budidaya jamur yang menghasilkan, terutama untuk budidaya jamur kuping. Memang terdengar sedikit repot karena anda harus melakukan banyak tahap sebelum langsung menanam bibit jamur kuping kedalam baglog, dan masih harus berhadapan dengan resiko gagalnya inokulasi ketika anda menemukan bahwa miselium tidak tumbuh di baglog hingga 5 minggu lebih. Pada dasarnya, penting sekali untuk anda yang ingin mencoba membudidayakan jamur kuping untuk mencoba dalam skala yang kecil terlebih dahulu.

Anda bisa mencoba membudidayakan beberapa jamur dalam baglog, jika anda sudah tahu ilmunya, anda bisa mengembangkannya dalam skala yang besar. Cara ini efektif agar anda tidak menanggung rugi yang besar di awal percobaan budidaya, semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *