Cara Budidaya Jamur Mudah dan Lengkap

Posted on

Cara budidaya jamur mudah dan lengkap dapat membantu anda untuk memulai berbudidaya jamur di rumah. Jamur mudah sekali tumbuh dengan menggunakan serbuk gergaji yang ada pada kantong plastik sebagai media tanam atau juga disebut sebagai baglog. Untuk membudidayakan jamur, tinggal anda pilih jenis yang ingin ditanam. Nah, salah satu jenis jamur yang bisa anda coba adalah jenis jamur tiram putih karena terbilang populer untuk olahan makanan masyarakat Indonesia.

Di alam liar, jamur tiram putih tumbuh subur di hutan, terutama di bawah pohon yang memiliki daun lebar. Bahkan, tanaman ini juga bisa tumbuh tepat di bawah tanaman yang berkayu. Jamur tinggal tanpa membutuhkan banyak sinar matahari. Dari berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur bisa dikembangkan pada ruang yang lebih redup dan mampu menghasilkan miselium yang lebih banyak jika dibandingkan pada ruang yang terkena sinar matahari penuh. Kayu digunakan sebagai sumber makanan untuk jamur dengan bantuan enzim dalam mencerna makanannya.

Cara Budidaya Jamur Mudah dan Lengkap

Faktor-Faktor Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Budidaya Jamur Tiram Putih

Sebelum memulai berbudidaya, ada beberapa hal yang harus dipelajari terutama tentang bagaimana lingkungan yang baik untuk jamur tiram putih. Dengan mempelajarinya, maka anda bisa meminimalisir kegagalan bibit untuk berkembang. Berikut faktor-faktor yang harus dipertimbangkan:

Suhu Dan Temperatur

Jamur tiram putih bisa berkembang dengan baik pada suhu sekitar 23 derajat sampai 28 derajat selsius. Artinya, jamur ini membutuhkan suhu normal untuk membantu pertumbuhannya. Uniknya, jamur ini masih bisa tetap hidup di suhu kurang dari 23 derajat selsius, tapi akan sedikit lebih lambat. Selain itu, jamur tiram putih membutuhkan suhu mulai dari 13 sampai 15 derajat selsius dalam 2 sampai 3 hari untuk membentuk diri seperti kerang.
Jika nilai suhu rendah tidak tersedia, pertumbuhan jamur menjadi tidak terbentuk, sebagai tanda bahwa perawatan masih kurang. Jika berbentuk pun akan membutuhkan waktu yang lama. Yang jelas, jamur bisa tumbuh mulai dari suhu 12 sampai 37,8 derajat selsius.

Kelembaban Dan Udara

Salah satu cara budidaya jamur mudah dan lengkap yang paling penting adalah memperhatikan faktor kelembaban dan udara pada rumah jamur. Jamur tiram putih membutuhkan kandungan air guna mendukung miselium jamur dalam berkembang. Jika terlalu sedikit, pertumbuhan bisa terganggu dan bahkan terhenti total. Tetapi, jika terlalu banyak air maka jamur bisa busuk dan mati. Jamur selalu tumbuh optimal dalam ruang yang lembab, tidak ada genangan air, dengan kadar air sekitar 60% dibutuhkan untuk menumbuhkan Oyster miselium dan sekitar 70 sampai 85% dibutuhkan untuk merangsang tumbuhnya tunas serta tubuh buah.

Sedangkan udara, tanaman ini tergolong sebagai saprofit fakultatif aerobic. Tanaman jamur tiram butuh oksigen sebagai pendukung pertumbuhannya. Pasokan oksigen bisa terjamin jika sirkulasi udara di rumah jamur terbilang lancar. Jika oksigen terbatas, maka jamur menghasilkan tubuh buah yang tidak normal dan kecil. Ventilasi dibutuhkan untuk menjaga pertukaran oksigen dengan baik.

Bahkan, jamur membutuhkan karbon dioksida yang cukup tinggi hingga 20%, jika lebih dari itu buah menjadi tidak normal dengan tudung jamur yang lebih kecil ketimbang tangkainya.

Cahaya

Faktor lainnya yang harus diperhatikan adalah cahaya, dimana miselium pada jamur tiram putih hanya akan berkembang secara optimal pada ruangan yang gelap. Sulitnya, tubuh buah jamur butuh sedikit cahaya guna merangsang pertumbuhannya. Batang jamur bisa lebih kecil dan kap jadi tidak normal jika kurang air. Jika terkena matahari secara langsung, jamur akan rusak, layu dan tumbuh lebih kecil. Jika ingin memelihara jamur, pohon peneduh selalu dibutuhkan untuk menjaga intensitas cahaya.

pH Media

Media tanam dengan pH sedikit asam antarai 5 sampai 6,5 adalah media tanam yang ideal untuk mendukung produksi metabolisme pada jamur tiram putih, termasuk produksi asam organik. Jika kondisi terlalu asam, miselium jamur akan rusak, dan terkontaminasi oleh munculnya jamur lain bahkan jamur tiram putih bisa mati. Jika terlalu basa, sistem metabolisme jamur tiram putih tidak efektif, dan mati. Tubuh buah jamur membutuhkan pH yang normal yaitu 6 sampai 7 untuk tumbuh optimal.

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih Dengan Baglog

Menggunakan baglog sebagai media tanam merupakan budidaya modern. Baglog adalah media tumbuh yang dibuat seperti kayu tiruan dengan bentuk silinder. Didalamnya terdiri gergaji kayu, ampas tebu, tepung-tepungan sebagai sumber gula, pupuk P, kapur dan juga air.

Selain faktor lingkungan yang sudah disebutkan di atas, jamur juga membutuhkan nutrisi yang cukup. Untuk protoplas sel, dibutuhkan kandungan fosfor, nitrogen dan nutrisi lainnya. Karbon dapat membentuk protoplasma dan menjadi sumber energi. Artinya, media tanam harus memiliki karbon yang lebih banyak dibandingkan nitrogen. Nitrogen hanya dibutuhkan untuk membentuk asam nukleat. Untuk membentuk dinding sel jamur, anda harus memastikan bahwa media tanam memiliki protein dan kitin yang cukup.

Untuk memastikan bahwa nutrisi pada baglog cukup sebagai sumber energi utama, anda harus sering-sering mengamati. Jangan sampai ada mikroorganisme lain yang memicu persaingan makanan dan membuat jamur tidak bisa tumbuh optimal. Cara efektifnya adalah dengan mensterilkan media.

Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan dalam menggunakan baglog untuk budidaya jamur tiram putih:

1. Persiapan

Siapkan bahan utama baglog seperti serbuk gergaji, bentuk baglog adalah silinder dan buat lubang pada salah satu ujungnya agar jamur tiram bisa menyembul keluar. Agar lebih fokus, sebaiknya anda membeli baglog terlebih dahulu.
Susun baglog dalam rak. Caranya adalah dengan vertikal dengan posisi lubang baglog mengarah ke atas, atau horizontal dimana lubang baglog mengarah ke samping.

Banyak orang merekomendasikan untuk menyusun baglog secara horizontal, karena lebih aman ketika melakukan penyiraman suapaya air tidak masuk dalam baglog. Tetapi, kekurangannya adalah akan lebih banyak makan ruang.

2. Sterilisasi

Baglog harus dimasukkan dalam pemanas atau steamer terlebih dahulu selama 15 menit dengan suhu 121 derajat selsius. Atau, gunakan drum yang besar untuk 50 baglog dan panasi dengan kompor minyak. Bisa juga dengan menggunakan oven. Sterilisasi menggunakan drum memakan waktu 8 jam, tetapi ekonomi.
Dinginkan baglog setelah proses ini selesai. Biarkan suhu turun, dan tanam bibitnya.

3. Proses Perawatan

Agar lebih praktis, dianjurkan untuk membeli baglog. Biasanya baglog yang dibeli sudah dilengkapi dengan bibit, sehinga anda fokus pada proses perawatannya saja. Pastikan bahwa baglog yang sudah ditanam diletakkan di tempat yang tepat. Untuk budidaya jamur tiram, anda harus membuat rumah jamur dengan ukuran 10 x 12 m persegi dengan 8 buah petak dengan ukuran 5,7 x 2,15 m persegi. Petak harus diberi jarak 40 sampai 60 cm. Setiap petak berisi rak-rak  disusun ke atas untuk 1400 log. Simpan log dengan posisi miring atau tegak. Jarak harus diatur agar buah tidak tumpang tindih.

4. Pengendalian Hama

Ulat adalah hama utama pada jamur tiram, biasanya karena ada kotoran di sisa pangkal, ruang yang lembab dan jamur yang tidak terpanen. Solusi terbaik adalah mengatur sirkulasi udara dengan membuka lubang sirkulasi saat proses penyiraman pada umbung dihentikan.
Kepik juga menyebabkan ulat muncul. Pembersihkan rumah kumbung dan penyemprotan formalin sangat dianjurkan untuk mengatasi hama ulat.

5. Proses Pemanenan

Panen jamur tiram Pleutorus jika tumbuh bakal tubuh buah sudah mencapai 3 hari. Mulai memanen dari pangkal batang, gunakan pisau yang tajam dan bersih untuk memotong dan simpan di plastik dengan cara ditumpuk hingga 15 cm. Panen bisa dilakukan setiap hari atau 2-3 hari sekali.

Itulah informasi cara budidaya jamur mudah dan lengkap tentang jamur tiram putih, semoga bermanfaat!

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *