Budidaya Kacang Hijau Mudah dan Praktis

Posted on

Kacang hijau (Vigna Radiata) termasuk dalam jenis tanaman suku polong-polongan (Fabaceae) yang dapat dengan mudah tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini memiliki ciri batang tegak atau semitegak dengan tinggi sekitar 30-110 cm, batang berwarna hijau kecoklatan atau keunguan dengan bentuk bulat dan berbulu. Di bagian batang utamanya tumbuh cabang menyamping. Tanaman ini memiliki bentuk daun  bulat telur , berwarna hijau muda hingga hijau tua.

Daunnya terletak berselingan dan juga dalam satu tangkai terdapat 3 helai daun. Kacang hijau memiliki bunga yang tergolong dalam hermaphrodite atau bunga sempurna, karena dapat melakukan penyerbukan sendiri. Bunganya berwarna kuning dan berbentuk kupu-kupu dengan panjang sekitar 6-15 cm. Polong kacang hijau muda berwarna hijau, sedangkan polong kacang hijau yang tua berwarna cokelat atau hitam.

Budidaya Kacang Hijau Mudah dan Praktis

Dalam setiap satu polong terdapat 5-16 butir biji. Biji tersebut pada umumnya memiliki warna hijau kusam atau hijau mengkilap, namun ada juga yang memiliki warna cokelat, kuning dan hitam. Akar tanaman kacang hijau merupakan akar tunggang yang memiliki bintil bintil sebagai tempat untuk mengikat nitrogen (nodula). Tanaman kacang hijau termasuk tanaman yang mudah untuk dibudidayakan, baik di lahan kering atau di lahan yang sering hujan. Selain memiliki berbagai manfaat untuk tubuh, kacang hijau juga bisa dijadikan sebagai ladang penghasilan yang menguntungkan. Bagi anda yang ingin mencoba budidaya kacang hijau, berikut beberapa informasi mengenai budidaya kacang hijau.

Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Hijau

Tanaman kacang hijau dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah yang ketinggiannya sekitar 500 mdpl atau tidak lebih dari 800 meter diatas permukaan laut dengan  temperatur udara sekitar 25 – 27 °C dan kelembaban udara sekitar 50 – 89 % dan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Curah hujan yang dibutuhkan sekitar 50 mm – 200 mm/bulan. Kacang hijau juga dapat tumbuh dengan baik jika ditanam di tanah berlempung dengan pH optimal sekitar 5,8 – 6,7.

Persiapan dan Pengolahan Lahan Budidaya Kacang Hijau

Lahan yang digunakan untuk budidaya kacang hijau bisa menggunakan lahan / tanah bekas penanaman padi (sawah), tanah bekas penanaman jagung ataupun lahan kering. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum waktu tanam dengan cara membersihkan lahan dari gulma atau rumput liar, kemudian gemburkan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 15–20 cm. Pengolahan lahan dilakukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.

Pemilihan dan Persemaian Benih Kacang Hijau

Pemilihan dan Penyemaian benih kacang hijau dilakukan dengan cara memilih  benih dengan kualitas baik yang memiliki ciri benih tidak rusak, tidak cacat, dan tidak kopong. Kemudian benih kacang hijau yang sudah dipilih tadi dibasahi dengan air, lalu keringkan dan diamkan benih tersebut selama 4 jam atau selama 1 hari, hingga mucul kecambah pada benih.

Penanaman Benih Kacang Hijau

Penanaman benih kacang hijau dilakukan setelah benih kacang hijau berkecambah. Kemudian buatlah lubang sedalam 3-5 cm pada lahan yang telah disiapkan sebelumnya, dengan jarak 40 cm x 10 cm atau 40 x 15 cm tiap lubang. Kemudian masukkan 2-4 biji kacang hijau kedalam lubang, lalu tutup kembali benih dengan tanah. Kemudian siram secukupnya dengan air agar kelembaban tanah tetap terjaga.

Pemeliharaan Tanaman Kacang Hijau

  • Penyiraman / Pengairan Tanaman – Penyiraman / pengairan tanaman dilakukan pada masa awal pertumbuhan tanaman dengan memperhatikan kondisi cuacanya. Penyiraman tanaman kacang hijau pada tanah yang lembab cukup dilakukan sehari sekali, sedangkan pada tanah yang kering  dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Proses penyiraman perlu diperhatikan agar air tidak menggenangi tanah tempat kacang hijau tumbuh yang akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan rusaknya tanaman.
  • Pemupukan Tanaman Kacang Hijau – Pemupukan dilakukan dalam 2 tahapan. Pemupukan pertama dilakukan bersamaan ketika menanam benih, sedangkan pemupukan selanjutnya dilakukan ketika tanaman mulai berbunga atau pada usia 1 bulan masa tanam. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk urea. Pemberian pupuk pada tanaman dapat berguna untuk membantu menahan air dalam tanah.
  • Penyulaman dan Penyiangan Tanaman Kacang Hijau – Penyulaman tanaman kacang hijau dilakukan pada saat tanaman berusia 15-17 hari setelah masa tanam. Penyulaman dilakukan dengan cara menyiapkan benih tanaman cadangan baru yang akan digunakan untuk mengganti benih kacang hijau yang tidak tumbuh sempurna. Sedangkan Penyiangan tanaman biasanya dilakukan 2 kali. Pertama ketika tanaman berusia 2 minggu dan selanjutnya pada saat tanaman berusia 1 bulan. Penyiangan tanaman dilakukan dengan cara  membersihkan lahan tanaman dari gulma dan rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit – Ada beberapa hama yang sering menyerang tanaman kacang hijau seperti, lalat kacang, kutu strips, ulat (plusia chalsites) atau meruca testualitis. Sedangkan penyakit tanaman yang sering menyerang kacang hijau adalah  bercak daun (Cercospora Canescens), busuk batang, embun tepung dan penyakit puru. Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman kacang hijau, sebaiknya gunakan fugisida dan pestisida.

Proses Pemanenan Kacang Hijau
Pemanenan kacang hijau dapat dilakukan setelah tanaman berusia 3-4 bulan. Tanaman kacang hijau yang sudah bisa dipanen ditandai dengan berubahnya warna polong dari hijau menjadi warna coklat bahkan hitam, serta tampak seperti retak-retak dan gundul. Pemanenan dilakukan dengan cara dipetik, usahakan agar polong yang berisi kacang hijau tetap utuh dan tidak rusak. Kemudian jemur kacang hijau sampai benar-benar kering, lalu pukul pelan dengan kayu agar bijinya terkelupas dari polong dan masukkan bijinya dalam karung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *