Tips Memilih Benih Cabe Rawit

Posted on

Tips Memilih Benih Cabe Rawit – Cabe rawit merupakan salah satu jenis cabe yang banyak dibudidayakan.  Meskipun ukuran cabe rawit lebih kecil jika dibandingkan dengan varietas cabe yang lain, tetapi cabe rawit memiliki rasa yang cukup pedas.

Cabe rawit memiliki warna yang beragam, hijau, merah, orange dan kuning. Selain karena harga cabe yang fluktuatif, banyaknya peminat cabe rawit juga menjadi factor yang meningkatkan para petani untuk menanam cabe rawit.

Cabe rawit bisa tahan terhadap segala cuaca, dapat tumbuh di dataran tinggi atau rendah, dapat bertahan dari serangan hama dan dapat berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Cabe rawit memiliki jenis yang beragam dengan keunggulannya masing-masing.

Jenis cabe rawit yang ditanam di Indonesia kebanyakan merupakan varietas local, yang benihnya didapat dengan cara dibuat sendiri dengan menggunakan hasil panen cabe sebelumnya. Untuk mendapatkan cabe rawit dengan kualitas yang bagus dan pedas, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memilih benih cabe rawit yang akan dijadikan sebagai bibit tanaman.

Tips Memilih Benih Cabe Rawit

Lalu bagaimana cara memilih benih cabe rawit?

Pilihlah benih yang sifatnya sesuai dengan kondisi lahan yang akan ditanami. Benih cabe rawit yang berkualitas dapat dibeli ditoko-toko pertanian. Jika anda membeli benih ditoko, sebaiknya perhatikan tanggal kadaluwarsa benih, tanggal produksi, dan tanggal berlakunya masa tumbuh tanaman. Sebaiknya benih dibeli 2 bulan sebelum masa pertumbuhan optimalnya berakhir.

Baca juga : Cara menanam vabe di polybag

Membeli benih ditoko harganya masih relative mahal. Sehingga bagi anda yang ingin menekan biaya untuk menanam cabe rawit, sebaiknya buatlah benih cabe rawit sendiri dengan menggunakan cabe dari hasil panen sebelumnya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memilih benih cabe rawit.

Baca juga : Cara menanam cabe merah agar subur

Benih yang akan dipilih sebaiknya, benih dari hasil panen ke 4 sampai ke 6.  Mengapa demikian? Karena benih dari hasil panen periode ke 4 hingga ke 6 memiliki kondisi biji yang paling optimal, sehingga sangat bagus untuk dijadikan sebagai bibit tanaman. Biasanya pada pemanenan pertama hingga ketiga, biji cabe yang dihasilkan masih sedikit, sedangkan jika pada pemanenan periode akhir, biji yang dihasilkan banyak, tetapi bijinya kecil-kecil sehingga tidak cocok / sulit untuk dijadikan sebagai bibit.

  1. Pilihlah beberapa tanaman cabe yang sehat, kuat dan terhindar dari serangan hama atau penyakit. Kemudian biarkan buah cabenya menua (berwarna merah) atau jika bisa biarkan hingga mengering dipohon.
  2. Petik buah cabe yang sudah dipilih untuk dijadikan sebagai bibit / benih.  Kemudian potong secara membujur pada kulitnya. Buang biji cabe yang ada dipangkal dan ujung buahnya, kemudian ambil biji yang ada ditengah, karena biji ini yang memiliki kualitas paling bagus dibandingkan biji yang lainnya.
  3. Kemudian rendam biji cabe yang telah dipilih kedalam air bersih. Pisahkan dan buanglah biji yang mengambang. Biji yang baik untuk digunakan sebagai benih / bibit adalah biji yang berisi dan tenggelam.
  4. Jemur biji cabe hingga kadar airnya hilang atau mengering, kurang lebih sekitar 3 hari.
  5. Simpan benih ditempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang cukup. Benih cabe rawit dapat bertahan hingga 2 tahun atau lebih. Sebagai catatan, benih yang baik biasanya memiliki daya tumbuh sekitar 60%-80%. Jika benih hanya memiliki daya tumbuh sekitar 50%, sebaiknya benih tidak usah ditanam. Dan jangan terlalu lama menyimpan benih, karena semakin lama disimpan,  daya tumbuh benih tersebut akan  semakin berkurang.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memilih benih cabe rawit. Mudah bukan? Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *