Tips Budidaya Cabe Keriting

Posted on

Tips Budidaya Cabe Keriting – Cabe merupakan salah satu bumbu masakan yang paling dibutuhkan. Bahkan hampir setiap harinya selalu diburu di pasar. Salah satu jenis cabe yang sering digunakan sebagai bumbu adalah cabe keriting. Cabe keriting memiliki rasa yang tidak begitu pedas dan memiliki warna yang menarik sehingga cabe keriting banyak digemari. Seiring dengan banyaknya permintaan pasar yang terus meningkat, budidaya cabe keriting merupakan sesuatu yang menjanjikan.

Cabe keriting termasuk dalam jenis tanaman musiman, daunnya berwarna hijau tua dengan bentuk oval dan bunga soliter dengan mahkota bunga berwarna putih.

Cabe keriting dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis, dataran tinggi ataupun dataran rendah. Sama halnya dengan budidaya jenis cabe yang lain, budidaya cabe keriting memang tidak begitu sulit. Meskipun begitu, anda harus tetap membudidayakan cabe keriting dengan baik dan benar, sehingga menghasilkan cabe dengan kualitas yang bagus. Bagi anda yang ingin memulai budidaya cabe keriting, berikut beberapa langkah untuk membudidayakan cabe keriting.

Tips Budidaya Cabe Keriting


Syarat tumbuh tanaman cabe keriting
Agar  tanaman cabe keriting dapat tumbuh dengan optimal, anda harus mengetahui factor yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tanaman cabe  keriting.

  • Iklim – Tanaman cabe keriting dapat tumbuh di dataran rendah atau dataran tinggi (pegunungan) dengan ketinggian mencapai 2000 meter di atas permukaan laut. Tanaman cabe keriting cocok ditanam di daerah yang beriklim tropis yang suhu udaranya tidak terlalu dingin dan lembab. Suhu udara yang baik berkisar antara 16°C  sampai 23°C.
  • Tanah – Cabe keriting dapat ditanam hampir disemua jenis tanah. Namun, untuk mendapatkan cabe dengan kulaitas bagus, sebaiknya gunakan tanah yang subur, banyak mengandung unsure hara,  gembur, tidak becek atau tidak mudah tergenangi air, dan tidak mudah terserang penyakit. Tanah yang ideal untuk digunakan memiliki pH sekitar 5.5 sampai 6.8.

Persiapan lahan tanam
Bersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam cabe keriting dari gulma atau rumput liar. Kemudian gemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak sedalam 30-40 cm, lalu keringkan selama 7-14 hari. Kemudian beri campuran pupuk kandang / pupuk kompos. Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1-1,5 meter dengan tinggi sekitar 30-50 cm / disesuaikan dengan lahan yang digunakan. Berikan Jarak 30 cm antar bedeng, dan jarak antar lubang yang satu dengan yang lain sekitar 40-60 cm.

Pemilihan benih cabe keriting
Benih cabe keriting yang dibutuhkn disesuaikan dengan luas lahan yang akan digunakan. Pilihlah benih yang memiliki kualitas yang bagus. Benih cabe keriting bisa dibeli ditoko pertanian atau  membuat benih sendiri menggunakan hasil panen sebelumnya.  Jika menggunakan benih dari panen sebelumnya, pilihlah cabe yang kondisinya segar, ukurannya besar dan yang sudah matang. Setelah itu kupas cabe dan keluarkan bijinya, lalu jemur biji cabe diterik matahari hingga bijinya mengering. Biji yang telah dipilih, kemudian disemai. Proses penyemaian  dilakukan untuk menunggu bibit tanaman agar siap dipindahkan ke media tanam yang lebih luas. Media semai yang digunakan adalah campuran tanah dan pupuk kandang / pupuk kompos yang dimasukkan ke polybag kecil atau disemai langsung pada bedengan. Tunggu hingga bibit cabe siap dipindahkan kelahan / ladang tanam, yaitu ketika bibit cabe sudah tumbuh menjadi tanaman kecil yang memiliki minimal empat helai daun.

Penanaman cabe keriting
Penanaman cabe keriting sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari dengan cara memindahkan benih cabe dari tempat persemaian ke lahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Lakukan pemindahan benih / bibit cabe secara hati-hati agar media semai dan akar tanamannya tidak rusak.

Perawatan dan pemeliharaan cabe keriting
Perawatan dan pemeliharaan tanaman cabe keriting meliputi, penyiraman, pemupukan dan pemeliharaan tanaman. Penyiraman tanaman dapat dilakukan setidaknya sehari sekali jika tidak sedang hujan atau disesuaikan dengan kondisi dan keadaan tanah.


BACA JUGA :

  1. Budidaya cabe rawit dengan baik dan benar
  2. Tips memilih benih cabai rawit
  3. Cara menanam cabai di polybag/pot
  4. Menanam Cabe merah agar subur

Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan cara mengambil atau menyabut daun-daun kuning pada tanaman dan memangkas bagian tanaman yang sudah tidak produktif. Pemeliharaan tanaman dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tunas dan percabangan diatasnya menjadi lebih banyak dan produktif sehingga tanaman bisa tumbuh dengan optimal.

Jika tanaman cabe sudah tumbuh besar, sebaiknya berikan kayu penopang pada tanaman, agar tanaman cabe tidak mudah roboh. Untuk mengantisipasi kemungkinan gagal panen akibat penyerangan hama dan penyakit, perlu juga dilakukan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dengan memanfaatkan biopestisida alamiah atau insektisida atau obat-obatan pertanian sejenis lainnya yang digunakan untuk menangani berbagai serangan hama dan penyakit pada pohon cabe.

Pemanenan cabe keriting
Di dataran rendah, cabe keriting biasanya sudah dapat dipanen pada umur 75-80 hari setelah ditanam, sedangkan di dataran tinggi panen pertama biasanya dilakukan pada umur 90-100 hari. Pemanenan cabe berikutnya sebaiknya dilakukan dengan selang waktu 2-3 hari atau  6-10 hari sekali. Cabe keriting sebaiknya dipanen sebelum buah cabenya terlalu tua, agar bisa lebih awet.

Itulah beberapa langkah budidaya cabe keriting. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *