Menanam Buah Naga di Pot

Posted on

Tanaman buah naga termasuk jenis tanaman yang proses penanamannya mudah dan tidak memerlukan teknik khusus. Tanaman ini juga dapat ditanam di kebun atau ditanam dalam pot. Buah naga memiliki khasiat yang sangat baik bagi kesehatan untuk menyembuhkan berbagai macam pennyakit. Selain dijadikan sebagai obat herbal, buah naga juga banyak dikonsumsi karena rasanya yang manis asam benar-benar segar. Buah naga bisa langsung dimakan dagingnya atau diolah menjadi aneka makanan lezat. Jika anda ingin melakukan budidaya buah naga di rumah anda, maka anda dapat menanam buah naga pada pot. Selain bisa digunakan sebagai hiasan depan rumah, anda juga bisa menikmati buah naga secara gratis. Berikut beberapa langkah menanam buah naga pada pot :

Menanam Buah Naga di Pot

Siapkan bibit buah naga yang akan ditanam
Bibit yang baik adalah bibit yang diperoleh dari indukan tanaman. Anda dapat memperoleh bibit dari tanaman buah naga yang telah tua. Batang pohon berukuran besar, berwarna hijau tua keabuan, dan bebas dari penyakit. Bibit yang dipilih harus bibit yang baik dan bibit yang siap pindah tanam dengan tinggi sekitar 30cm.

Siapkan pot yang akan digunakan sebagai wadah. 
Pot yang digunakan sebaiknya pot yang berukuran besar. Bisa pot dari bahan plastic, semen, tanah liat dan lainnya. Namun, sebaiknya pot yang digunakan untuk menanam buah naga berbahan tanah liat, karena akan berpengaruh terhadap proses pembungaan yang memerlukan perubahan suhu yang drastis dari siang ke malam. Anda dapat menggunakan pot yang berdiameter minimal 40 cm atau lebih, karena semakin besar wadah yang digunakan akan semakin baik, sehingga memberikan ruang tumbuh bagi tanaman.

Siapkan tiang panjat sebagai penopang tanaman
Tiang panjat diperlukan tanaman ini karena tanaman buah naga tidak memiliki batang yang tegak. Tinggi tanaman ini bisa tumbuh hingga 2 meter lebih. Tiang panjat digunakan sebagai penopang tanaman agar tetap tumbuh tegak ke atas, sebab jika tidak ditopang tanaman ini akan menjuntai kebawah, karena buahnya keluar dari setiap cabang dan buahnya lebih berat dari daun sehingga kemungkinan tanaman akan roboh jika tidak diikat pada tiang penopangnya. Pemilihan tiang panjat ketika menanam buah naga dalam pot juga perlu diperhatikan. Tiang panjat haruslah kuat, mampu tegak tetapi masih dapat ditopang oleh wadah pot itu sendiri. Anda bisa menggunakan tiang panjat berupa tiang beton berdiameter 8-10cm atau menggunakan tiang dari kayu. Jika tiang panjat yang digunakan dari kayu, maka pilihlah kayu yang kuat dan mampu bertahan lama, karena tanaman buah naga memiliki usia tumbuh yang panjang. Tinggi tiang panjat yang digunakan bisa disesuaikan dengan ukuran pot. Biasanya tiang panjat yang dibutuhkan sekitar 2-2.5 meter. Agar tiang panjat bisa kuat dan tidak roboh, sebaiknya bagian bawah dari tiang panjat diberikan kaki-kaki penguat ketika ditancapkan ke pot. Anda juga bisa memberikan piringan dari ban bekas pada bagian atas tiang yang digunakan untuk menyangga cabang-cabang tanaman buah naga

Sediakan tanah sebagai media tanam
Langkah selanjutnya ketika menanam tanaman buah naga pada pot adalah menyiapkan media tanam. Tanah yang baik untuk digunakan sebagai media tanam adalah tanah yang sudah diberi campuran pasir, pupuk kandang dan pupuk kompos. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, media tanam juga bisa dicampurkan dengan dolomite dan bubuk bata merah. Setelah semua bahan media tanam tercampur rata, selanjutnya siram dan biarkan campuran tanah tersebut selama sehari semalam atau 1 minggu.

Penanaman bibit buah naga
Setelah mendapatkan bibit yang berkualitas baik, buatlah lubang tanam dengan diameter sebesar bibit dan kedalaman sekitar 10-15 cm. Pindahkan bibit kedalam pot yang telah dibuat lubang, kemudian padatkan media tanam agar bibit yang ditanam tidak mudah roboh. Biasanya diperlukan 4 bibit buah naga yang ditanam untuk mengitari 1 tiang penopang. Jarak untuk masing-masing bibit yang ditanam sekitar 10 cm. Kemudian ikat keempat batang bibit pada tiang penopang. Sebaiknya jangan terlalu keras agar batangnya tidak rusak dan bisa bergerak tumbuh. Selanjutnya siramlah tanaman buah naga dan letakkan ditempat yang terbuka sehingga bisa mendapatkan sinar matahari.

Perawatan dan Pemeliharaan buah naga di pot
Perawatan yang dilakukan pada tanaman buah naga tidak jauh berbeda dengan perawatan tanaman lainnya, yaitu penyiraman, pemberian pupuk tambahan dan pemangkasan. Penyiraman sebaiknya dilakukan 3 kali sehari pada saat musim kering atau disesuaikan dengan kondisi tanaman dan keadaan tanah. Setelah tanaman mulai berbunga, sebaiknya hentikan atau kurangi penyiramannya untuk menekan jumlah tunas baru yang akan tumbuh. Pemberian pupuk dilakukan setiap 3 bulan sekali sebanyak 5-10kg pupuk kandang atau kompos. Pemangkasan sebaiknya dilakukan terhadap tunas yang tidak bisa atau kurang produktif. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan yang dapat berproduksi dengan baik.

Pemanenan buah naga
Buah naga bisa dipanen pada bulan ke 10-12 setelah tanam untuk bibit yang besar. Sedangkan untuk bibit yang berukuran kecil diperkirakan dapat dipanen sekitar  1-2 tahun dari penanamannya. Buah naga yang bisa dipanen adalah buah naga yang sudah berwarna merah mengkilat, warna hijaunya mulai menghilang, mahkotanya mengecil, jumbai buah berwarna kemerahan, dan pangkal buah mengecil atau menguncup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *