Cara Perawatan Buah Naga

Posted on

Dalam budidaya buah naga, perawatan dan pemeliharaan tanaman merupakan factor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya buah naga. Oleh karena itu, perawatan buah naga perlu dilakukan secara teratur.  Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar buah naga dapat tumbuh dengan optimal :

Pemupukan
Meskipun tanah telah menyediakan unsure hara, akan tetapi jumlah unsure hara yang tedapat dalam tanah tidak mencukupi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu, pada fase awal pertumbuhan aktif diperlukan pupuk tambahan yang banyak mengandung unsure nitrogen (N), pada fase berbunga dan berbuah diperlukan pupuk  yang mengandung fospor (P) dan kalium (K). Pemupukan pada buah naga dengan pupuk urea tidak dianjurkan, karena sering mengakibatkan batang membusuk. Pemberian pupuk dengan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setidaknya 3 bulan sekali dengan dosis 5-10kg pada setiap lubang.  Pada saat tanaman berbunga atau berbuah, berikan pupuk NPK dan ZK sebanyak 50 dan 20 gram pada setiap lubang. Jumlah dosis pupuk tambahan yang diberikan disesuaikan dengan ukuran tanaman. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, anda juga bisa menambahkan hormon perangsang buah. Gunakan Pestisida Organic Nasa yang berupa Pestona, BVR dan Aero-810 untuk membasmi hama. Lakukan penyemprotan setiap 15 hari sekali.

Cara Budidaya Buah Naga

Penyiraman
Penyiraman / pengairan dilakukan dengan cara mengalirkan air pada lubang draincase atau bisa menggunakan gembor atau irigasi tetes. Penyiraman tanaman dengan draincase dapat dilakukan dengan merendam lubang draincase selama 2 jam. Sedangkan jika penyiraman dilakukan dengan cara gembor, setiap lubang disiram sebanyak 4-5 liter air. Penyiraman tanaman dengan system irigasi tetes dapat menghemat air dan tenaga namun memerlukan investasi yang besar. Penyiraman tanaman dilakukan sebanyak 3 kali sehari ketika musim kering atau disesuaikan dengan kondisi dan keadaan tanah. Penyiraman tanaman dapat dihentikan atau dikurangi jika tanaman sudah mulai berbunga atau berbuah. Pengurangan penyiraman tanaman berguna untuk menekan atau mengurangi jumlah tunas baru yang tumbuh, sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan tanaman buah naga.

Pemangkasan Tanaman
Pemangkasan tanaman dilakukan dengan tujuan agar tanaman memperoleh bentuk yang baik dan membuang bagian yang tidak produktif sehingga dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Pemangkasan dalam budidaya buah naga dapat dilakukan dengan 3 cara pemangkasan, yaitu pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan batang produksi dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Untuk mendapatkan batang pokok, pilihlah tunas yang tumbuh dibagian paling atas, kemudian lakukan pemangkasan pada tunas yang tumbuh dibawahnya. Pemangkasan untuk membuat cabang produksi dilakukan pada batang pokok dengan cara memilih 3-4 tunas yang akan ditumbuhkan. Pilihlah tunas yang ada dibagian atas atau sekitar 30 cm dari ujung atas. Tunas ini nantinya akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai kebawah. Pemangkasan peremajaan dilakukan untuk membuang cabang yang kurang atau tidak produktif. Biasanya sudah pernah berbuah 3-4 kali. Batang dan cabang yang tidak produktif dapat menghambat terbentuknya tunas baru dan buah. Hasil pemangkasan ini bisa dijadikan sebagai bibit tanaman. Karena bentuk tanaman buah naga tumbuh tidak teratur, maka sebaiknya pilihlah tunas yang dapat membentuk tanaman menjadi baik, tidak terlalu rimbun, dan batang yang berada dibawah bisa memperoleh sinar matahari dengan maksimal.

Memilih Bunga dan Buah
Tanaman yang sudah mulai berbunga biasanya ditandai dengan munculnya beberapa bunga pada cabang produktif.  Pemilihan / seleksi bunga sebaiknya dilakukan ketika bunga masih kecil, sehingga nutrisi yang ada tidak digunakan untuk perkembangann bunga yang nantinya akan dibuang. Pada setiap cabang produktif pilihlah 5-6 bunga yang paling besar, sehat, berwarna cerah dan segar dengan jarak sekitar 30cm antar bunga.

Melakukan Sanitasi kebun
Sanitasi kebun merupakan kegiatan yang betujuan untuk mencegah penyebaran hama penyakit, menjaga kelembaban area tanaman dan mengurangi kompetisi perebutan unsure hara antara tanaman buah naga dengan gulma. Sanitasi kebun dilakukan dengan cara membersihkan kebun dari gulma atau tumbuhan pengganggu dengan melakukan penyiangan secara rutin, mengumpulkan dan memusnahkan batang atau cabang bekas pemangkasan, serta perawatan lubang saluran air agar tidak menimbulkan genangan air ketika  musim hujan..

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat tanaman buah naga agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan menghasilkan buah naga yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *