Cara Menanam Buah Naga di Tanah

Posted on

Cara Menanam Buah Naga di Tanah – Buah naga mulai banyak dibudidayakan karena proses penaman dan perawatannya tidak begitu sulit. Selain harganya yang masih relative mahal, bertambahnya  peminat buah ini juga menjadi factor yang menarik perhatian pembudidaya tanaman ini untuk  mulai meningkatkan dan mengembangkan cara penanaman buah naga agar hasil yang didapatkan semakin maksimal. Buah naga bisa ditanam pada lahan yang luas maupun dilahan yang sempit dengan menggunakan pot.  Umumnya,  buah naga bisa tumbuh dengan optimal jika ditanam pada lahan yang terbuka sehingga mendapatkan pencahayaan yang cukup. Bagi Anda yang memiliki lahan cukup luas untuk menanam buah naga, berikut beberapa cara menanam buah naga di tanah pekarangan anda.

• Mempersiapkan alat dan bahan
Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk menanam buah naga di tanah adalah sebagai berikut:

  1. Bibit buah naga
  2. Lahan tanah
  3. Media Tanam
  4. Serbuk bata merah
  5. Pupuk kandang
  6. Kawat / tali
  7. Pipa / kayu
  8. Cangkul

Menyiapkan bibit buah naga
Buah naga memiliki jenis yang bermacam-macam. Pada dasarnya buah naga memiliki struktur bentuk yang mirip. Begitu juga dengan kandungan nutrisi dan manfaat buahnya.  Perbedaannya hanya  terletak pada warna kulit dan daging buahnya saja. Dipasaran bibit buah naga dijual dengan harga sekitar Rp10.000 per bibit untuk bibit buah dengan tinggi 50cm, dan Rp15.000  untuk  bibit buah yang tingginya mencapai 80cm. Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas baik, anda juga bisa melakukan pemilihan bibit degan cara genertif atau vegetative. Namun, pembudidaya lebih sering menggunakan cara vegetatif / stek karena lebih mudah dan bibit yag dihasilkan lebih terjamin kualitasnya karena memiliki genetic yang sama dengan induknya.

Untuk menyiapkan bibit secara vegetatife / stek, inilah beberapa langkahnya.

  1. Pilihlah batang yang produktif, sudah pernah berbunga atau berbuah sekitar 3-4 kali. Batang memiliki kondisi yang baik dan sehat, bertekstur keras dan tua, berwarna hijau keabuan dan memiliki diameter sekitar 8 cm. Untuk batang indukannya, sebaiknya pilih batang yang memiliki ukuran panjang sekitar 50-80 cm. Kemudian potong calon bibit batang dengan panjang 20-50 cm. Potong ujung bagian atas secara merata, sedangkan bagian batang bawahnya dipotong secara meruncing. Memotong batang secara meruncing bertujuan untuk merangsang pertumbuhan akar agar cepat merambat ke dalam tanah. Agar tidak cepat membusuk, biarkan bibit batang tadi mengering atau batang juga bisa dicelupkan pada larutan fungisida untuk menghindari pembusukan yang disebabkan oleh jamur.
  2. Setelah itu buat bedengan yang akan dipakai untuk menanam bibit buah naga yang sudah distek. Bedengan dibuat dengan cara menggemburkan tanah yang dicampur dengan pupuk organic dengan perbandingan 1:1. Ukuran bedengan yang dibuat disesuaikan dengan jumlah bibit yang akan ditanam.
  3. Kemudian tanamlah calon bibit buah naga dan batang indukan yang dipotong dengan bentuk runcing bagian bawahnya secara bedekatan atau menempel kedalam tanah sekitar 5cm.
  4. Penyiraman tanaman dilakukan secara teratur, setidaknya 2-3 kali sehari dan bukalah penutup bedengan setelah bibit berusia 3 minggu agar tanaman mendapatkan cahaya matahari yang cukup.
  5. Perawatan dan pemeliharaan tanaman bisa dilakukan selama 3 bulan
  6. Untuk menjaga agar batang tanaman tetap kokoh, sebaiknya berikan penopang dengan pipa atau kayu panjang yang diikat kebatang tanaman buah naga.

Menyiapkan dan Mengolah lahan tanah yang akan digunakan untuk menanam buah naga

Membuat tiang panjat

Tiang panjat bisa menggunakan beton, pipa, atau kayu yang memiliki diameter 10-15cm, tingginya sekitar 2-2,5 meter dan ditanam sedalam 50cm agar tiang panjat bisa berdiri dengan kuat dan tidak mudah roboh. Pada Bagian atas tiang diberi kayu melintang dengan bentuk  “+” dan pada pinggirnya diberi ban bekas, sehingga bentuknya seperti stir mobil.

Pembersihan dan pengolahan lahan tanah

Tanaman buah naga akan tumbuh dengan baik ditanah yang gembur. Sebelum menggemburkan tanah, sebaiknya bersihkan tanah terlebih dahulu dari gulma atau rumput liar, agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit.  Tanah yang sudah dibersihkan kemudian buat lubang tanam sesuai dengan cara tanam yang akan digunakan, bisa menggunakan system tunggal atau system tanam barisan atau berkelompok. Pada system panjat tunggal pengolahan tanah dilakukan disekitar lubang saja.. Lubang biasanya dibuat dengan ukuran 60×60 dan kedalaman 25cm. Letakkan tiang panjat ditengah-tengah lubang yang telah dibuat tadi. Kemudian tutup kembali lubang tersebut dengan tanah yang dicampur dengan pasir atau serbuk bata merah, dolomit dan pupuk kandang. Campuran yang diberikan biasanya sekitar sekitar 5kg pasir, 5kg serbuk bata merah, 10kg pupuk kandang kering dan 300 gram dolomite. Campurkan sampai merata, lalu siram sampai basah lubang yang telah ditutup tersebut. 3 hari kemudian berikan pupuk TSP dengan cara disebar mengelilingi media tanam sebanyak 25gram dengan jarak 10cm dari tempat tanam. Biarkan selama sehari sampai media tanam siap untuk ditanami. Sedangkan pada system tanam berkelompok pengolahan tanah dilakukan pada seluruh barisan tempat untuk penanaman. Biasanya untuk setiap alur dengan panjang 4 meter diberi campuran 8kg pasir, 20 pupuk kandang, 10kg bubuk bata merah (jika tanah terlalu poros) dan 600 gram dolomite.

Menanam buah naga di lahan tanah

Bibit buah naga ditanam  dengan kedalaman 20% dari tinggi tanaman tersebut. Misalnya tinggi bibit tanaman 50-80cm, maka lubang tanamnya dibuat dengan kedalaman 10-15cm, agar penanamannya tidak terlalu dalam yang bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Sistem penanaman buah naga dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu system tunggal dan system berkelompok. Penanaman dengan system tunggal dilakukan dengan menggunakan satu tiang panjatan, yang membutuhkan sekitar 3-4 bibit buah naga. Bibit ditancapkan mengitari tiang panjat. Kemudian  ikat keempat bibit tersebut pada tiang panjat menggunakan tali atau kawat. Penanaman dengan system kelompok dilakukan dengan menggunakan dua atau lebih tiang panjatan, setiap 4 meter membutuhkan 20-26 bibit buah naga dengan jarak tanam antar baris 30cm. Kemudian rapatkan tanaman pada tiang panjat sama seperti system tanam tunggal.

Merawat tanaman buah naga

Merawat tanaman buah naga di tanah, tidak berbeda jauh dengan merawat tanaman buah naga di pot. Perawatan yang dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan dan pemangkasan tanaman.

Memanen buah naga

Memanem buah naga sebaiknya dilakukan sekiar jam 7-9 pagi, karena kondisi buahnya yang masih segar.  Pemanenan dilakukan dengn cara menggunting tangkai buah ynag sudah matang. Buah naga yang sudah bisa dipanen memiliki ciri daging buahnya tidak keras, warna merah mengkilat, warna hijaunya mulai menghilang, mahkotanya mengecil, jumbai buah berwarna kemerahan, dan pangkal buah mengecil atau menguncup.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanam buah naga ditanah pekarangan anda. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *