Cara Budidaya Buah Naga

Posted on
Buah naga merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat. Tidak heran jika banyak petani yang melakukan budidaya buah naga.  Ada beberapa jenis buah naga yang bisa dibudidayakan, antara lain buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna putih (Hylocereus Undatus), buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna merah keunguan (Hylocereus Polyrhizus), buah naga kulit kuning dengan daging buah berwarna putih (Hylocereus Megalanthus), dan buah naga yang sangat merah (Hylocereus Costariensis). 

Buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna putih memiliki ukuran yang paling besar, yaitu sekitar 400-700 gram per buah. Sedangkan buah naga kulit kuning memiliki ukuran paling kecil jika dibandingkan dengan buah naga yang lain. Beratnya sekitar 80-100 gram perbuah. Buah naga kulit kuning memiliki rasa yang paling manis diantara buah naga yang lain. Buah naga sangat cocok dibudidayakan di Indonesia. Biasanya buah naga banyak ditanam di halaman depan / belakang rumah. Namun, bagi petani yang serius untuk menekuni budidaya buah naga, biasanya buah naga ditanam pada lahan yang lebih luas sehingga hasil panen akan lebih banyak.

Berikut beberapa tahapan dalam budidaya buah naga :

Persiapan Lahan 
Pemilihan lokasi lahan untuk budidaya buah naga perlu diperhatikan, agar bibit buah naga yang ditanam bisa tumbuh dengan optimal.  Buah naga bisa tumbuh dengan optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl, dengan curah hujan sekitar 720 mm pertahun dan suhu udara sekitar 26-36 derajat celcius.

Pembuatan Tiang Panjat
Tiang panjat sangat diperlukan ketika melakukan budidaya buah naga. Tiang panjat tersebut digunakan sebagai penopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton berbentuk pilar segi empat atau silinder dengan diameter 10-15 cm, tingginya sekitar 2-2.5 m dan ditanam sedalam 50 cm agar tiang panjat dapat  berdiri dengan kuat. Pada ujung bagian atas tiang panjat, biasanya diberikan penopang dari batang atau besi dengan membentuk “+” dan ditambahkan besi berbentuk lingkaran atau ban motor bekas sehingga bagian ujungnya berbentuk seperti stir mobil. Bentuk atau model tiang panjat dalam budidaya buah naga ada yang berbentuk tunggal dan ada yang berbentuk kelompok atau pagar. Tiang panjat biasanya dibuat secara berbaris dengan jarak dalam satu baris sekitar 2.5 meter dan jarak antar baris sekitar 3 meter.  Jarak tersebut sekaligus menjadi jarak tanam, dan diantara barisan tersebut, buatlah saluran drainase sedalam 25cm. Pembuatan drainase bertujuan untuk menampung kelebihan air pada saat musim hujan. Umumnya, tanaman buah naga memiliki umur yang panjang, oleh sebab itu tiang panjat yang dibuat harus kuat dan mampu bertahan selama beberapa tahun,

Pembersihan dan Pengolahan Lahan
Lahan yang akan digunakan untuk budidaya buah naga perlu dibersihkan dari semak, gulma dan sampah. Lahan yang sudah bersih kemudian dicangkul agar lapisan tanah bawah bisa bercampur dengan lapisan tanah atas, sehingga humus atau bahan organic bisa menyebar secara merata keseluruh lapisan tanah, dan tanah menjadi gembur dan subur. Dengan begitu akar tanaman buah naga dapat menyerap unsure hara dengan baik. Selanjutnya, buat lubang tanam berukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm atau sesuai dengan model tiang panjat yang digunakan. Posisi tiang panjat terletak ditengah-tengah tanaman tersebut.

Persiapan Pembibitan Buah Naga
Pemilihan bibit buah naga merupakan proses penting untuk keberhasilan budidaya buah naga. Agar dapat menghasilkan tanaman yang sehat dan mampu berproduksi optimal, dibutuhkan bibit yang berkulitas baik dan terhindar dari hama penyakit. Jumlah bibit yang diperlukan disesuaikan dengan system budidaya yang digunakan. Tanaman buah naga dapat diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif.

Cara generatif yaitu memperbanyak tanaman dari biji. Bibit diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga yang telah dipilih. Keuntungan menggunakan cara genertif yaitu dapat memperoleh bibit dalam jumlah banyak dengan biaya yang murah. Namun, cara ini sedikit sulit, memerlukan waktu yang lama dan biasanya dilakukan oleh pembudidaya yang berpengalaman.
Cara vegetatif yaitu memperbanyak tanaman dengan menggunakan bagian dari tanaman itu sendiri. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif  lebih cepat menghasilkan buah berkualitas tinggi dan genetic buah yang sama dengan induknya.

Penanaman Buah Naga
Setelah semua persiapan selesai dilakukan, bibit yang sudah siap harus segera ditanam. Penanaman harus dilakukan dengan hati-hati, baik dan benar agar tanaman tidak mengalami stress dan pertumbuhannya terhambat. Penanaman yang terlalu dalam bisa menyebabkan bibit terserang penyakit busuk batang. Biasanya kedalaman idealnya 20% dari panjang bibit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *