Budidaya Cabe Rawit Dengan Baik dan Benar

Posted on

Cabe rawit (Capsicum Frutescens) merupakan salah satu jenis cabe yang banyak diburu dipasar.  Selain digunakan sebagai bumbu masakan, mengkonsumsi cabe rawit ternyata ada manfaatnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di laboraturium inggris, cabe rawit bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan, memperlambat penuaan, mengatasi struk, mencegah kanker, menjaga dan merawat jantung, serta dapat mengatasi nyeri sendi pada tubuh.

Cabe rawit termasuk tumbuhan monokotil dengan karakteristik berakar serabut, daun berwarna hijau tua kadang-kadang hijau muda,  daun berurat menjari, batangnya tidak beruas-ruas dan tingginya bisa mencapai 80-90 cm. Meskipun sedikit lebih sulit, budidaya cabe rawit tidak jauh berbeda dengan budidaya jenis cabe yang lain. Pembudidaya harus menentukan tempat tanam yang baik agar tanaman cabe rawit bisa tumbuh dengan optimal. Cabe rawit paling cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 0-500 meter di atas permukaan laut.

Cabe rawit juga mampu bertahan jika ditanam hingga ketinggian 1000 meter dpl, namun semakin lama produktivitas tanaman akan berkurang. Budidaya cabe rawit juga memiliki resiko yang lebih rendah jika dibandingkan dengan budidaya cabe jenis lainnya. Sebab cabe rawit mampu bertahan dari serangan hama. Bagi anda yang ingin mencoba budidaya cabe rawit, berikut beberapa langkah cara budidaya cabe rawit.

Budidaya Cabe Rawit Dengan Baik dan Benar

Syarat tumbuh tanaman cabe rawit
Agar  tanaman cabe rawit dapat tumbuh dengan optimal, anda harus mengetahui factor yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tanaman cabe rawit.

  • Iklim – Tanaman cabe rawit dapat ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 0-500 meter di atas permukaan laut. Tanaman cabe rawit sebaiknya ditanam di daerah yang beriklim sedang, dengan curah hujan 1500-2500 mm/pertahun, sehingga memiliki ketersediaan air yang cukup, dan suhu udaranya sekitar 17°C-27°C dengan kelembaban 50%-60%.
  • Tanah – Cabe rawit dapat ditanam hampir disemua jenis tanah. Namun, para petani biasanya menggunakan tanah yang memiliki kadar humus tinggi, subur, gembur, dan banyak mengandung unsure hara. Tanah yang ideal untuk digunakan memiliki pH sekitar 5,3 sampai 5,5.

Persiapan lahan tanam
Bersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam cabe rawit dari gulma atau rumput liar. Kemudian gemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak sedalam 25-30cm, lalu keringkan selama 7-14 hari. Kemudian buatlah bedengan dengan ukuran lebar 100-120cm  dengan tinggi sekitar 20-30cm / disesuaikan dengan lahan yang digunakan. Berikan Jarak 30-45cm antar bedeng dan jarak antar lubang yang satu dengan yang lain sekitar 50x90cm, 50x70cm, 50x100cm atau  sesuai dengan kebutuhan. Bedengan dibuat memanjang dari arah utara ke selatan, sehingga memperoleh cahaya matahari yang cukup. Kemudian siapkan pupuk kandang / pupuk kompos yang sudah kering. Lalu buatlah lubang tanam kemudian beri campuran pupuk kandang / pupuk kompos.

Pemilihan benih cabe rawit
Benih cabe rawit yang dibutuhkn disesuaikan dengan luas lahan yang akan digunakan. Pilihlah benih yang memiliki kualitas yang bagus. Benih cabe rawit bisa dibeli ditoko pertanian atau buatlah benih sendiri menggunakan hasil panen sebelumnya.  Jika menggunakan benih dari panen sebelumnya, benih yang dipilih sebaiknya benih dari hasil panen ke 4 sampai ke 6, karena benih dari hasil panen periode ke 4 hingga ke 6 memiliki kondisi biji yang paling optimal, sehingga sangat bagus untuk dijadikan sebagai bibit tanaman.

Kemudian pilih cabe yang kondisinya segar, ukurannya besar dan yang sudah matang. Setelah itu kupas cabe dan keluarkan bijinya, lalu rendam biji cabe yang telah dipilih kedalam air bersih. Pisahkan dan buanglah biji yang mengambang. Biji yang baik untuk digunakan sebagai benih / bibit adalah biji yang berisi dan tenggelam. Kemudian jemur biji cabe diterik matahari hingga bijinya mengering. Biji yang telah dipilih, kemudian disemai. Proses penyemaian  dilakukan untuk menunggu bibit tanaman agar siap dipindahkan ke media tanam yang lebih luas. Media semai yang digunakan adalah campuran tanah dan pupuk kandang / pupuk kompos yang dimasukkan ke polybag kecil atau disemai langsung pada bedengan. Tunggu hingga bibit cabe siap dipindahkan kelahan tanam.


BACA JUGA :


Penanaman cabe rawit
Penanaman cabe rawit sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari dengan cara memindahkan benih cabe dari tempat persemaian ke lahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Lakukan pemindahan benih / bibit cabe secara hati-hati agar media semai dan akar tanamannya tidak rusak. Setelah benih dipindahkan kelubang tanam, kemudian siram tanaman dengan air agar kelembabannya tetap terjaga.

Perawatan dan pemeliharaan cabe rawit
Perawatan dan pemeliharaan tanaman cabe rawit meliputi, penyiraman, pemupukan dan pemangkasan tanaman. Penyiraman tanaman dapat dilakukan 2 kali sehari atau disesuaikan dengan kondisi tanah dan curah hujan. Pemberian pupuk tambahan bisa dilakukan ketika tanaman sudah berumur 1 bulan setelah ditanam. Pemangkasan dilakukan pada bagian tunas yang berada diketiak daun pada hari ke 20 setelah tanam. Untuk mengantisipasi adanya serangan hama, sebaiknya gunakan pestisida.

Pemanenan cabe rawit
Cabe rawit biasanya sudah dapat dipanen pada umur 75-80 hari setelah ditanam. Pemanenan cabe rawit dapat dilakukan 3-5 hari sekali. Cabe rawit dapat dipanen ketika buahnya masih berwarna hijau, merah atau sudah matang.  Pemanenan cabe rawit dilakukan dengan memetik buah dan tangkainya sekaligus. Untuk menjaga kesegaran cabe, pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Itulah beberapa langkah cara budidaya cabe rawit. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *